Hukum Maulid Nabi

Di Bulan Robiul awal ini, saya sering mendapat pertanyaan, apa hukum memperingati maulid nabi?

Jika jamaah tersebut dari kalangan Nahdiyin saya rasa tidak mungkin bertanya seperti itu karena di kalangan NU sendiri banyak sekali yang memeringati hari Maulid Nabi Muhammad shollallahu alaihi wasallam.

Maka kemungkinan pertanyaan tersebut berasal dari kalangan Muhammadiyah atau orang yang baru belajar dan ingin lebih tahu secara mendalam mengenai hukum maulid.

Maka pada artikel ini akan saya sebutkan 3 perspektif dari Organisasi Islam yang Besar di Indonesia:

  1. Menurut MUI : Kebolehan memperingati Maulid Nabi memiliki argumentasi syar’i yang kuat. Seperti Rasulullah SAW merayakan kelahiran dan penerimaan wahyunya dengan cara berpuasa setiap hari kelahirannya, yaitu setiap hari senin Nabi SAW berpuasa untuk mensyukuri kelahiran dan awal penerimaan wahyunya. (Sumber)
  2. Menurut Muhammadiyah : Kepala Kantor Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah ini menegaskan bahwa hukum Maulid Nabi Saw ini termasuk dalam perkara ijtihadiyah dan tidak ada kewajiban sekaligus tidak ada larangan untuk melaksanakannya. Jika perayaan ini telah membudaya di masyarakat, penting untuk diperhatikan aspek-aspek yang memang dilarang Agama (sumber).
  3. Menurut NU : bahwa tradisi merayakan maulid Nabi Saw merupakan bid’ah yang baik (disunahkan), meski tidak pernah dilakukan pada zaman Nabi Saw, karena di dalamnya terdapat sisi mengagungkan dan kecintaan kepada Rasulullah Saw (sumber).

Dari ketiga pendapat ormas terbesar di Indonesia, saya rasa sudah cukup mewakili bagaimana hukum memeringati Hari Maulid Nabi Muhammad shollallahu alaihi wasallam.

Selain itu terdapat mimpi dari orang soleh:

قال الشيخ أبا موسى الزّرهونيّ: رأيت النبي ﷺ في المنام فذكرت له ما يقوله الفقهاء في عمل الولائم في المولد فقال ﷺ: «من فرح بنا فرحنا به» 📚 سبل الهدى والرشاد (1/ 363)

‏BERKATA AS SYEIKH ABA MUSA AZ ZARHUUNIY

‏AKU MELIHAT NABI SAW DI DALAM MIMPI DAN AKU SAMPAI KAN AKU TANYAKAN KEPADA BELIAU

‏TENTANG APA APA YANG DI SAMPAI KAN PARA AHLI FIQIH AHLI AGAMA TENTANG PERAYAAAN DI DALAM MEM PERINGATI MAULID NABI

‏MAKA NABI SAW BER SABDA

‏SIAPA ORANG YANG BAHAGIA KARENA KITA, ‏MAKA KITA PUN AKAN BAHAGIA TERHADAP NYA.

‏(KITAB SUBULUL HUDA WAR ROSYAD Juz 1 Hal.363)

Memang mimpi tidak bisa di jadikan dalil sebuah hukum, akan tetapi mimpi orang sholeh juga 1/46 dari nubuwwah.

Dari Ubadah bin Shamit radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

رُؤْيَا الْمُؤْمِنِ جُزْءٌ مِنْ سِتَّةٍ وَأَرْبَعِينَ جُزْءًا مِنَ النُّبُوَّةِ

“Mimpi seorang mukmin adalah 1 dari 46 bagian kenabian.” (HR. Bukhari 6987, Muslim 6043 dan yang lainnya).

Bahkan sebelum turun Al-Quran, wahyu pertama yang turun kepada Rasulullah berupa mimpi

Aisyah radhiyallahu anha menuturkannya sebagai berikut.

أول ما بدئ به رسول الله ﷺ من الوحى الرؤيا الصادقة فى النوم، وكان لا يرى رؤيا إلا جاءت مثل فلق الصبح

“Wahyu pertama kali turun kepada Rasulullah ﷺ dalam bentuk mimpi yang benar tatkala tidur. Dan tidaklah Rasulullah ﷺ bermimpi kecuali mimpi tersebut datang seperti cahaya subuh (sangat jelas)”.

Aisyah radhiyallahu anha melanjutkan tuturannya:

ثم حبب إليه الخلاء فكان يخلو بغار حراء فيتحنث فيه – وهو التعبد – الليالى ذوات العدد قبل أن ينزع إلى أهله، ويتزود لذلك ثم يرجع إلى خديجة فيتزود لمثلها، حتى جاءه الحق وهو فى غار حراء

“Kemudian, Nabi dijadikan Allah menyukai berkhalwat. Beliau ﷺ pergi ke Gua Hira dan beribadah di sana beberapa malam sebelum kembali ke istrinya (Khadijah). Ia membawa bekal untuk berkhalwat, kemudian beliau kembali lagi ke Khadijah, lalu menyiapkan bekal seperti itu lagi. Sampai datangnya Malaikat Jibril dan beliau berada di dalam Gua Hira”.

Tinggalkan Komentar Anda

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.