Menikmati hidup

Jika di tanya, bagaimana cara menikmati hidup..?

maka bisa di jawab dengan ber syukur, mensyukuri apa yang ada apa yg kita terima dalam hidup, karena itu adalah semua yang terbaik yang kita terima.

walau pada dasarnya bersyukur itu tidak susah dan tidak mudah, tp kita musti di ingatkan agar selalu bersyukur. karena dalam berbagai ayat di sebutkan bahwa hanya sedikit hamba Nya yang bersyukur, maka mintalah agar kita yang termasuk yang sedikit itu.

salah satu jalan menuju syukur adalah kehadiran diri untuk sekarang, ata meminjam istilah bahasa lain The Power of Now atau mindfulness.

coba kita cermati diri kita, berapa lama-berapa jam-berapa menit-berapa detik yang telah terlewat, tanpa kita mensadari diri kita di saat ini..

Anda sedang bernapas sekarang, coba tarik napas..rasakan udara masuk melalui hidung..hembuskan dan rasakan udara berhembus keluar hidung.. anda sedang duduk, rasakan tubuh anda.. sedang berada di atas kursi, tangan memegang hp, mata berkedip..rasakan nikmatnya hidup sekarang..

merasakan nikmatnya hidup sekarang dengan tidak mencemaskan masa lalu dan tidak mengkhawatrkan masa depan adalah salah satu cara mensyukuri hidup melalui waktu ini.. ucapkan alhamdulillah atas segala karunia Nya yg telah kita terima dengan baik..

dengan melatih ini tiap saat semoga hari-hari anda terlewati dengan menyenangkan dan penuh syukur..

Iklan

Bisakah saya hidup sehat?

Beberapa pertanyaan yang sering kali terlontar dalam konsultasi medis adalah ‘dok bagaimana agar saya tetap sehat?” atau ‘dok, bagaimana agar saya terhindar dari penyakit ini?’ atau “dok, saya sudah medical chek up dan hasil normal semua, tp saya merasa kurang sehat! bagaiman ini dok?”

pertanyaan-pertanyaan diatas adalah pertanyaan terfokus pada keadaan diri sendiri dengan membawa unsur negatif. knp ada unsur negatifnya? karena kita tidak yakin bahwa badan kita sekarang sedang dalam keadaan sehat. padahal yang tidak sehat adalah kondisi mentalnya, pikirannya atau emosinya. sehingga berpengaruh pada badan dan kita merasa sakit.

dalam istilah kedokteran disebut penyakit psikosomatis, yaitu penyakit yang menyebabkan gejala suatu penyakit dan dasar penyebabnya adalah stress, kecemasan dan kondisi psikis yg lain.

dalam suatu penelitian, penyebab sakit jantung 27% terjadi pada orang-orang yang sering mengalami kecemasa dan stress.

oleh karenanya, untuk hidup sehat sangat mudah, ringan dan menyenangkan. apalagi kita hidup di dunia ini hanya sekali, maka dengan menikmati dan mensyukuri hidup, tubuh akan mengeluarkan hormon endomorpin di otak yang akan menyebabkan peningkatan kekebalan tubuh, sehingga tubuh akan lebih sehat. Baca lebih lanjut

Berkah nisfu sya’ban dan sholawat

Hari sabtu pagi tgl 16 juli bertepatan dengan 14 sya’ban terbit Koran lokal, di kolom suara pembaca, ada warga yg mengirim sms kepada kepala dinas, mengadukan perihal berobat gratis di puskesmas sedangkan dokter disitu menarif angka yg cukup besar yaitu Rp.400.000 tanpa kwitansi. Sontan seluruh staff puskesmas yg diadukan kaget, apakah memang benar kejadian ini?

Karena hari itu hari sabtu, maka belum ada pemanggilan dari dinas setempat, dan kemungkinan menunggu hari kerja selanjutnya. Dengan perasaan yg kalang kabut, tidak menentu, sy coba menenangkan diri, dan kebetulan sabtu malam bertepatan dengan malam nisfu sya’ban, merupakan kesempatan yg baik untuk berdoa.

Dengan melakukan beberapa amalan nisfu sya’ban, setelah membaca tasbih yunus sy berdoa memohon penyelesaian yg baik masalah ini. Baca lebih lanjut

Hidup Yang Penuh Manfaat!

Hari-hari terkadang penuh dengan kesibukan, hari-hari juga kadang terisi dengan kekosongan. Apa yang sudah kita lakukan dalam mengisi hari-hari tersebut? Adakah makna di baliknya? Maka benarlah kata pepatah bijak, bahwa manusia merupakan kumpulan dari waktu. Betapa tidak, siapakah sekarang kita ini..berapa umur kita, merupakan rangkaian dari detik, menit, jam, hari, minggu, bulan dan tahun yang telah kita lalui.

Saat kita bekerja, kita tidak jarang membandingkan dengan orang lain. Baik dari sisi pekerjaan maupun hasil materi yang kita dapatkan. Ada yang bilang: wah! Gaji manajer tu enak..gaji kepala departemen itu enak..dibanding kita, kalau sudah diatas jarang di mutasi tapi kalo masih di bawah risiko mutasi lebih besar. Atau ada pula yang bergumam: temenku sudah bekreja di sana dengan gaji sekian sedangkan aku masih kurang. Betulkah demikian? Atau pula ada yang mengeluh sudah pekerjaan berat yang diterima tidak sesuai dengan tenaga yang dikeluarkan.

Baca lebih lanjut

Seberapa besar kita bergantung pada Allah..?

Seberapa besar kita bergantung pada Allah..?
La haula wa la quwwata illa billah..
Kalau kita tanya pada diri kita sendiri, seberapa besar kita bergantung sama Allah? Niscaya kita akan melihat nilai ketawakkalan diri kita sama Allah sangat kecil dan sedikit sekali kita bergantung pada-Nya. Kecuali saat-saat genting saja baru kita pasrahkan semuanya pada Allah.
Saat-saat sekarang, dimana hidup ini sedang terasa ringan, longgar tidak penuh beban, kita kadang lupa ma Allah yang sudah menjadi tempat mengadu saat kita sedang sulit. Percaya atau tidak bahwa sikap kita yang seperti ini Allah dah tau..bahkan sudah di patenkan dalam Al-Quran:
Maka apabila manusia ditimpa bahaya ia menyeru Kami, kemudian apabila Kami berikan kepadanya nikmat dari Kami ia berkata: “Sesungguhnya aku diberi nikmat itu hanyalah karena kepintaranku.” Sebenarnya itu adalah ujian, tetapi kebanyakan mereka itu tidak mengetahui. Sungguh orang-orang yang sebelum mereka (juga) telah mengatakan itu pula, maka tiadalah berguna bagi mereka apa yang dahulu mereka usahakan.(Q.S: Az-Zumar 49-50)
Nah, betulkan..kita memang jadi manusia suka lupa sama siapa yang telah memberi nikmat kepada kita..kadang dengan sombongnya kita mengatakan wah, tu aku tuh yang nglakuin..kaya gw donk..kalo gda aku tambah berabe..yap, kata2 sperti itu lah yang kadang tak terasa lidah ini mengucapkannya. Apakah kita tidak malu ma Allah yang telah mengaruniai semua itu?
Coba kita refleksi diri, hari ini berapa kali kita sudah mengingat Allah?dari hal kecil saja, apakah dalam setiap memulai pekerjaan kita sudah membacakan bismillah?apakah setelah selesai mengerjakannya kita tak lupa mengucap alhamdulillah..hehe,gmn? Padahal ucapan ini adalah aktifitas2 ringan sehari-hari yang dapat kita lakukan, tapi rasanya berat sekali. Namun percaya atau tidak jika kt memulai dari sekarng untuk mengkonsistensikan bacaan basmallah inysa Allah, Allah akan memudahkan semua urusan kita..dalam melakukan sesuatu akan terasa lebih ringan, rasanya ada tangan-tangan yang membantu, kita tidak akan merasa terlalu capek, terlalu tegang maupun stress dengan pekerjaan sehari-hari kita, bahkan menikmatinya…
Ada suatu cerita, terdapat suami istri, dimana suami orangnya suka keluyuran dimana hidayah belum nyampe dihatinya, tp si istri orangnya suka membaca bismillah dalam setiap aktifitasnya. Pada suatu saat suami ingin mengerjain istrinya karena dia merasa jengkel mendengar istrinya selalu mengucapkan bismillah. Suami menitipkan uang 1 jt kepada istri dengan alasan ada orang yang menitip uang padanya selama 1bulan. Istrinya dengan membaca bismillah menyimpan uangnya dibawah kasurnya. Suami tau tempat kebiasaan istri dimana menyimpan barang-barang berharganya. Akhirnya jatuh tempo 1 bulan dimana suami ingin mengambil uangnya, akan tetapi sbelum Ia menagih uang pada istri, suami mengambil uang yang disimpan istri dan membuangnya dihalaman belakang yang banyak rerumputan. Suami memanggil istri dan meminta mengambil uang yang telah dititipkannya dahulu. Allah Maha Tahu apa yang dikerjakan hamba-hamba-Nya, sehingga terjadi suatu keajaiban. Saat istri akan mengambil uangnya, istri mengucapakan basmallah dulu,dan mengambil uang seperti biasanya dan ADA! Kemudian istri dengan tidak tau apa2 mengembalikan uang tersebut kepada suami. Dan sontak suami kaget karena istri mengembalikan uang 1 jt penuh! Akhirnya suami bertobat danmenceritakan hal yang sebenarnya.
Allah Maha Tahu, Allah Maha Kuasa atas segalanya..
Coba kita tilik diri kita sndiri, apakah kita sudah menggantungkan semuanya pada Allah semata?baik dalam keadaan lapang maupun sempit..jangan menunggu sempit baru kita mengingat dan bergantung padanya..tp marilah kita terus secara konsisten menggantugkan semuanya pada Yang Maha Kuasa, sebelum kita melakukan aktifitas mulailah dengan namaNya, sbelum kita melakukan pekerjaan ringan gantungkan padaNya..insya Allah, Allah akan ingat kita saat keadaan sdang sempit..Inysa Allah Allah akan memudahkankita saat kit a sempit. Kalo kita tidak ingat Allah saat lapang, bagaimana Allah akan ingat kita saat sempit? Mungkin ini jawaban mengapa pertolongan tak kunjung datang… Bagaimana menurut Anda?
Wallahu a’lam bishshowab.