Keutamaan infaq pagi hari

Dari abu Hurairah, ia berkata bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَا مِنْ يَوْمٍ يُصْبِحُ الْعِبَادُ فِيهِ إِلاَّ مَلَكَانِ يَنْزِلاَنِ فَيَقُولُ أَحَدُهُمَا اللَّهُمَّ أَعْطِ مُنْفِقًا خَلَفًا ، وَيَقُولُ الآخَرُ اللَّهُمَّ أَعْطِ مُمْسِكًا تَلَفًا

Ketika hamba berada di setiap pagi, ada dua malaikat yang turun dan berdoa, “Ya Allah berikanlah ganti pada yang gemar berinfak (rajin memberi nafkah pada keluarga).” Malaikat yang lain berdoa, “Ya Allah, berikanlah kebangkrutan bagi yang enggan bersedekah (memberi nafkah).” (HR. Bukhari no. 1442 dan Muslim no. 1010)

Iklan

Keutamaan istighfar untuk mukminin dan mukminat

Istighfar Untuk Mukminin & mukminat
اللهم اغفر للمؤمنين والمؤمنات
قال رسول الله ﷺ، “مَنِ استغفَرَ وللمؤمناتِ ، كتَبَ اللهُ لَهُ بِكُلِّ مؤمِنٍ ومؤمنةٍ حسنةً.” [حسنه الألباني في صحيح الجامع – قم: (6026)]
Rasulullah ﷺ bersabda, “Barang siapa yang beristighfar untuk mukminin dan mukminat maka Allah catat baginya dari setiap mukmin dan mukminah satu kebaikkan.” (Dihasankan al-Albani dalam Shohih Jami’ 6026)
وباستغفارك للمؤمنين تستغفر لك الملائكة

Dengan istighfar untuk mukminin malaikat beristighfar untukmu.

قال رسول الله ﷺ، “مَا مِنْ عَبْدٍ مُسْلِمٍ يَدْعُو لِأَخِيهِ بِظَهْرِ الْغَيْبِ إِلَّا قَالَ الْمَلَكُ : وَلَكَ بِمِثْلٍ.” [صحيح مسلم – رقم: (2732)]
Rasulullah ﷺ bersabda, “Setiap hamba muslim berdoa untuk saudaranya (dibelakangnya), kecuali malaikat berkata padanya, ‘Bagimu yang serupa dengan itu’.” (HR Muslim 2732)

Sunnah

( *CoPas dari tetangga sebelah* ).

Kalau kita ditanya apa arti Sunnah, pasti jawabannya _”kalau di kerjakan dpt pahala dan kalau tdk di kerjakan tdk apa²/tdk berdosa.”_

Padahal kalau kita mengerjakan _Shalat Sunnah Rawatib 12 rakaat_, Allah menjanjikan rumah di Surga. Bayangkan kalau kita mengerjakannya setiap hari..
_Yakin nih enggak apa² di tinggal?_

Kalau kita _Shalat Sunnah Fajar_, pahalanya lbh baik dari dunia dan seisinya..
_Yakin nih enggak apa² ditinggal?_

Seseorg yg _Shalat Tahajjud_, Allah mdhkan urusannya, doa²nya terkabul dan Allah angkat derajatnya ke tempat yg terpuji. Dijamin masuk Surga dan selamat dari adzab neraka dan dicatat sbg org yg berdzikir kpd Allah.
_Yakin nih enggak apa² ditinggal?_

Kalau kita _Shalat Dhuha 2 rakaat_, itu sdh mencukupi sedekah 360 persendian dan Allah jamin rezekinya. _Yakin nih enggak apa² ditinggal?_

Seseorg yg _Shalat ke Masjid_, tiap langkahnya diangkat satu derajat dan dihapuskan satu dosa sampai ia masuk Masjid. Apabila ia di dlm Masjid, akan dianggap mengerjakan Shalat selama menunggu hingga Shalat dilaksanakan, dan Malaikat terus mendoakannya.
_Yakin nih enggak apa² ditinggal?_

Saudaraku yg dirahmati Allah SWT

Utk urusan Sunnah, seharusnya mulai saat ini di mindset kita bukan lagi *_kalau di kerjakan dpt pahala, dan kalau tdk dikerjakan tdk apa²/tidak berdosa_*, tapi diganti menjadi *_”kalau di kerjakan akan “DAPAT UNTUNG BESAR”, dan kalau tdk di kerjakan akan “RUGI BESAR”_*.”

Kata² _”ah, itu cuma Sunnah”_ adalah bisikan dari SETAN yg terus dihembuskan agar kita tdk melaksanakan amalan² tsb. Seharusnya saat inilah waktunya kita ber lomba² utk menjadi bertaqwa, mumpung msh di dunia, krn _”org yg beriman blm tentu bertaqwa akan tetapi org yg bertaqwa sdh pasti dia beriman”_.

Jangan lupa, KEMATIAN terus bergerak secara konsisten kpd kita dgn kecepatan 60 detik/menit tanpa pernah berhenti utk beristirahat.

Ya betul… Kecepatan kita kembali kpd Allah SWT adalah 3600 detik / jam, sesuai dgn firman-Nya : *_”Iqtaraba linnasi hisabuhum wahum fii ghoflatim mu’ridhuun …”_*
Telah dekat kpd manusia hari menghisap segala amalan mereka, sdg mereka berada dlm kelalaian lagi berpaling (drpd-Nya) – ( QS Al Anbiyaa : 1)

Smg kita selalu dijaga Allah Ta’ala dan dijauhkan dari kelalaian dan berpaling dari-Nya… Aamiin

Selamat bertafakur, smga Allah Ta’ala snantiasa melimpahkan kebahagiaan dan keberkahan kpd kita. Aamiin….

Tingkatan Ikhlas

Ikhlas itu ada tiga tingkatan,

Pertama, yang terendah, adalah melakukan karena amal karena mengharapkan maslahat dunia yang Allah janjikan,

Contohnya bersedekah dan menyingkirkan beban hidup saudara kita, agar Allah juga singirkan beban yang kita hadapi. Ataupun berpuasa dengan alasan kesehatan,

Kedua, yang menengah, adalah beramal karena mengharapkan maslahat akhirat. Tak usah ditanya, sudah jelas kategori ini adalah keikhlasan yang termotivasi surga balasan, ataupun neraka sebagai ancaman,

Katiga, yang paling tinggi, yang sempurna, adalah amal yang dilakukan semata karena Allah. Tak peduli ada maslahat dunia, tak peduli di akhirat ada ganjaran,
Bukan berarti, saat orang beramal karena mengharap janji Allah di dunia ataupun di akhirat, Anda boleh katakan bahwa mereka tak tulus. Karena itu semua Allah-lah yang menjanjikan,
Jangan sampai karena ibadah Anda level ikhlasnya tinggi, orang yang level ikhlasnya masih belum sempurna Anda rendahkan,
Itu namanya takabur. Boleh jadi pahala ikhlas Anda tadi hilang karena dikikis dosa sombong. Di sini pintu masuk setan,
Biarkan saudara Anda beribadah sesuai kadar keikhlasan yang ia mampu. Selama masih masuk kategori ikhlas. Jangan paksakan ia untuk bisa selevel dengan Anda. Biarkan ia lewati proses agar keikhlasan sempurna bisa ia dapatkan,
Doakan ia, doakan pula saya, agar tak lagi peduli surga dan neraka dalam beramal dan mampu menjadikan Allah satu-satunya alasan,
Jangan sampai amal yang kita lakukan malah membuat sombong. Karena memang amal saleh adalah pintu masuk setan paling besar setelah ilmu. Begitu kata Imam Muhammad bin Ali Al-Barkawi. Hati-hati dengan permainan setan. Tingkatkan kewaspadaan,
Ah, ya, tentang pembagian keikhlasan, itu adalah salah satu mutiara hikmah yang disampaikan Syaikh Salim al-Khathib di salah satu pengajian,
Semoga Allah selalu menuntun kita untuk jadi lebih baik.. (^_^)