Berobat dengan istighfar

Timbulnya penyakit memang sesuatu yang tidak kita sukai, badan terasa tidak nyaman dan kadang membatasi aktifitas kita.

penyakit berasal dari kesalahan kita, baik kesalahan pola makan maupun pola hidup. Sebagai orang beragama, penyakit juga akibat dari dosa-dosa kita.

Oleh karena itu, selain berobat secara medis kita perlu juga berobat secara spiritual yaitu dengan memperbanyak istighfar.

Istighfar ialah tholabul maghfiroh, permintaan ampunan kepada Allah atas segala kesalahan kita. Dengan istighfar kita berharap Allah ampuni dosa-dosa kita. Dosa itulah yg menyebabkan kesempitan dalam hidup, bisa berupa penyakit, bisa berupa hal yg lain seperti dada sempit, adanya masalah dan lain sebagainya.

Beristighfarlah dengan harapan allah ampuni dosa mita dan sekaligus allah angkat penyakit dalam tubuh kita. Sudah banyak kisah orang-orang yg sembuh dengan berisyighfar.

2 tipe penyakit

terdapat 2 tipe penyakit, yaitu penyakit infeksi dan non infeksi.

penyakit infeksi terjadi karena infeksi dari makhluk luar tubuh kita seperti virus, parasit, bakteri dan jamur.

penyakit non infeksi sering disebut penyakit degeneratif, penyakit yg timbul karena kemunduran sel-sel dalam tubuh kita sehingga tidak berfungsi normal.

masing-masing penyakit ada obatnya, maka berobatlah dengan bijak dan cerdas, sayangi tubuh kita dan jaga kesehatan kita

doa mudah urusan

Ada sebuah doa yang bagus, yang dapat kita panjatkan, mencontoh kepada putri nabi sholallahu alaihi wasallam sayyidah fatimah rodiallahu anha:
“Apa yang menghalangimu untuk mendengar wasiatku atau yang kuingatkan padamu setiap pagi dan petang yaitu ucapkanlah:

يَا حَيُّ يَا قَيُّوْمُ بِرَحْمَتِكَ أَسْتَغِيْثُ، وَأَصْلِحْ لِيْ شَأْنِيْ كُلَّهُ وَلاَ تَكِلْنِيْ إِلَى نَفْسِيْ طَرْفَةَ عَيْنٍ أَبَدًا

“Ya hayyu ya qoyyum bi rahmatika astaghiits, wa ash-lihlii sya’nii kullahu wa laa takilnii ilaa nafsii thorfata ‘ainin abadan

Artinya: Wahai Rabb Yang Maha Hidup, wahai Rabb Yang Berdiri Sendiri tidak butuh segala sesuatu, dengan rahmat-Mu aku minta pertolongan, perbaikilah segala urusanku dan jangan diserahkan kepadaku sekali pun sekejap mata tanpa mendapat pertolongan dari-Mu selamanya].”
(HR. Ibnu As Sunni dalam ‘Amal Al-Yaum wa Al-Lailah no. 46, An-Nasa’i dalam Al-Kubra 381: 570, Al-Bazzar dalam musnadnya 4/ 25/ 3107, Al-Hakim 1: 545.)

Sepatutnya kita membutuhkan Pertolongan Allah dalam setiap hajat dan kebutuhan, sebagaimana Abdullah bin Mas’ud r.a. menuturkan, bahwasanya Rasulullah Shalallahu alaihi wa aalihi wa shahbihi wa salam telah berkata:

“Orang yang tertimpa kesusahan lalu ia memikulkan kesusahannya itu kepada orang lain, kesusahannya tidak akan teratasi. Sedang­kan orang yang tertimpa kesusahan lalu menyerahkan kesusahannya itu kepada Allah, maka cepat atau lambat Allah tentu akan membu­kakan pintu rezeki baginya.”

(Diriwayatkan oleh Abu Dawud, Tur­mudzi, dan Al-Hakim).

Ingin sehat ?

hidup-sehat-700x300
source:tergila.com/wp-content/uploads/2016/11/hidup-sehat-700×300.jpg

Tentu kita ingin sehat, badan terasa nyaman, baik untuk aktifitas maupun untuk istirahat. Jika badan tidak sehat maka untuk melakukan apapun akan terasa tidak nyaman..

Dari sini kita bisa berfikir bahwa sehat itu nikmat, ya nikmat yang sering kita lupakan untuk mesnyukurinya..

Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

نِعْمَتَانِ مَغْبُونٌ فِيهِمَا كَثِيرٌ مِنَ النَّاسِ ، الصِّحَّةُ وَالْفَرَاغُ

Ada dua kenikmatan yang banyak manusia tertipu, yaitu nikmat sehat dan waktu senggang”. (HR. Bukhari no. 6412, dari Ibnu ‘Abbas)

Jika sehat itu merupakan nikmat, maka hakikatnya Allah yang memberi, sebagaimana Firman Nya..

مَاۤ اَصَابَكَ مِنْ حَسَنَةٍ فَمِنَ اللّٰهِ  ۖ   وَمَاۤ اَصَابَكَ مِنْ سَيِّئَةٍ فَمِنْ نَّـفْسِكَ  ۗ

“Kebajikan apa pun yang kamu peroleh adalah dari sisi Allah dan keburukan apa pun yang menimpamu, itu dari (kesalahan) dirimu sendiri”.
(QS. An-Nisa’ 4: Ayat 79)

Lalu, bagaimana agar kita sehat?

Yang pertama, meminta sama Allah, jangan lupa sehat ini nikmat, maka semua nikmat itu adalah Pemberian dari Allah Yang Maha Baik. Nabi Muhammad shollallahu alahi wasallam juga meminta kesehatan sama Allah.

Diriwayatkan  dari Abdurrahman bin Abi Bakrah, ia bekata kepada ayahnya, “Wahai Ayah, mengapa aku selalu mendengar Ayah membaca sebuah doa dan mengulang-ulangnya sampai tiga kali setiap pagi dan sore?”

اَللَّهُمَّ عَافِنِى فِى بَدَنِى اللَّهُمَّ عَافِنِى فِى سَمْعِى اللَّهُمَّ عَافِنِى فِى بَصَرِى لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَاَللَّهُمَّ إِنِّى أَعُوذُ بِكَ مِنَ الْكُفْرِ وَالْفَقْرِ اللَّهُمَّ إِنِّى أَعُوذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ

“Ya Allah, sehatkanlah tubuhku, sehatkanlah pendengaranku, sehatkanlah penglihatanku, tidak ada Tuhan selain Engkau. Ya Allah, aku berlindung dengan-Mu dari kekafiran dan kemiskinan. Ya Allah, aku berlindung dengan-Mu dari siksa kubur, tidak ada Tuhan yang berhak diibadahi selain Engkau.”

‘Rosulullah Shollalahu ‘alaihi wa Sallam tidak pernah meninggalkan do’a-do’a ketika petang dan subuh. Do’a tersebut diantaranya,

اللَّهُمَّ إِنِّى أَسْأَلُكَ الْعَافِيَةَ فِى الدُّنْيَا وَالآخِرَةِ اللَّهُمَّ إِنِّى أَسْأَلُكَ الْعَفْوَ وَالْعَافِيَةَ فِى دِينِى وَدُنْيَاىَ وَأَهْلِى وَمَالِى اللَّهُمَّ اسْتُرْ عَوْرَتِى

“Yaa Allah sesungguhnya aku meminta kepada Mu ‘Afiyah di dunia dan akhirat. Yaa Allah aku memohon kepada Mu ‘‘Afwaa dan ‘Afiyah pada urusan agamaku, duniaku, keluargaku dan hartaku. Yaa Allah tutupi auratku

Makna afiat adalah perlindungan Allâh bagi hambaNya dari berbagai macam penyakit dan bencana.

Yang kedua, sedekah badan, artinya bahwa di badan kita terdapat 360 sendi dan itu memerlukan sedekah setiap pagi, dengan kita sedekahkan berarti kita bersyukur kepada Allah, jika kita bersyukur dengan nikmat badan ini, maka insya Allah, Allah akan sehat kan kita..

Nabi shollallahu ’alaih wa sallam bersabda: “Hendaklah masing-masing kamu bersedekah untuk setiap ruas tulang badanmu pada setiap pagi. Sebab tiap kali bacaan tasbih itu adalah sedekah, setiap tahmid adalah sedekah, setiap tahlil adalah sedekah, setiap takbir adalah sedekah, menyuruh kepada yang ma’ruf adalah sedekah, mencegah yang mungkar adalah sedekah. Dan sebagai ganti dari semua itu, maka cukuplah mengerjakan dua rakaat sholat dhuha.” (HR Muslim 1181)

Yang ketiga, jaga hati, hati merupakan sentral emosi manusia, jika kita marah, hati akan berkecamuk, jika kita senang, maka hati akan bahagia, dengan adanya emosi dalam hati juga akan mempengaruhi produksi hormon tertentu.

Misal jika hati kita sedang senang, maka tubuh akan mengeluarkan hormon endorphine yang sangat bermanfaat untuk kesehatan tubuh kita. Sebaliknya, jika hati kita gelisah, khawatir, stress, mudah marah maka tubuh akan mengeluarkan hormon kortisol, hormon ini apabila jumlah berlebih akan berefek buruk bagi organ-organ dalam tubuh.

Dari An Nu’man bin Basyir radhiyallahu ‘anhuma, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

أَلاَ وَإِنَّ فِى الْجَسَدِ مُضْغَةً إِذَا صَلَحَتْ صَلَحَ الْجَسَدُ كُلُّهُ ، وَإِذَا فَسَدَتْ فَسَدَ الْجَسَدُ كُلُّهُ . أَلاَ وَهِىَ الْقَلْبُ

Ingatlah bahwa di dalam jasad itu ada segumpal daging. Jika ia baik, maka baik pula seluruh jasad. Jika ia rusak, maka rusak pula seluruh jasad. Ketahuilah bahwa ia adalah hati (Qolbu)” (HR. Bukhari no. 52 dan Muslim no. 1599).

Maka sangat penting bagi yang ingin sehat, baik kan hati kita 🙂

Yang keempat, berdzikir sebelum tidur dengan membaca subhanallah 33 x, Alhamdulillah 33x dan Allahu Akbar 34 kali.

Mengingat Allah sebelum tidur mempunyai manfaat yang luar biasa, di sebutkan bahwa anak nabi Muhammad shollallahu alaihi wasallam yang bernama Fatimah rodiallah anha, bahwa beliau meminta pembantu kepada ayahnya karena kelelahan pekerjaan rumah tangga, akan tetapi rasulullah memberikan yang lebih baik dari pada pembantu yaitu tasbih tersebut.

Dari ‘Ali radhiyallahu ‘anhu bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata kepadanya dan Fathimah radhiyallahu ‘anhuma, “Apabila kalian akan pergi tidur—atau apabila kalian berdua telah berbaring–, ucapkanlah takbir (ALLOHU AKBAR) sebanyak 33 kali, ucapkanlah tasbih (SUBHANALLOH) sebanyak 33 kali, dan ucapkanlah tahmid (ALHAMDULILLAH) sebanyak 33 kali.”

Dalam riwayat lain disebutkan, “Ucapan tasbih 34 kali.” Dalam riwayat lain disebutkan, “Ucapan takbir 34 kali.” (Muttafaqun ‘alaih) [HR. Bukhari, no. 5361 dan Muslim, no. 2728]

 

Bersambung…

 

Bersyukur dengan yang sedikit

Alhamdulillah, jika kita benar-benar mau merasakan nikmat-nikmat yang ada dalam diri kita dan sekitar kita, maka sepatutnya kita bersyukur kepada Allah..

kita sering lupa dan lalai dengan nikmat-nikmat Allah yang kita anggap sedikit, padahal boleh jadi apa yang kita anggap sedikit, orang lain menganggapnya banyak..

sebagai contoh, kita di gaji perbulan 3 juta, kita anggap sedikit, tp bagi mereka yang tidak punya kerjaan tetap 3 juta itu ialah uang yang banyak..

dan kita perhatikan hidup kita, dalam sehari, coba kita renungkan..berapa banyak kita bersyukur dengan nikmat yang sudah ada pada kita dan berapa banyak kita mengeluh dengan nikmat yang belum ada di tangan kita?

maka sungguh sangat benar Allah Ta’ala berfirman,

وَقَلِيلٌ مِنْ عِبَادِيَ الشَّكُورُ

Sangat sedikit sekali di antara hamba-Ku yang mau bersyukur.” (QS. Saba’: 13).

oleh karena itu, marilah kita perbanyak syukur.. bagaimana agar kita mudah bersyukur?

Yang pertama, lihatlah mereka yang kondisi duniawinya di bawah kita, Dari Abu Hurairah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

انظروا إلى من هو أسفل منكم ولا تنظروا إلى من هو فوقكم ، فهو أجدر أن لا تزدروا نعمة الله عليكم

Pandanglah orang yang berada di bawahmu (dalam masalah harta dan dunia) dan janganlah engkau pandang orang yang berada di atasmu (dalam masalah ini). Dengan demikian, hal itu akan membuatmu tidak meremehkan nikmat Allah padamu.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Yang kedua, besyukur dengan yang sedikit, artinya apa yang sudah kita dapatkan melalui pemberian Allah, nikmatilah dan merasa bersyukurkarenanya..

Dari An Nu’man bin Basyir, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ لَمْ يَشْكُرِ الْقَلِيلَ لَمْ يَشْكُرِ الْكَثِيرَ

Barang siapa yang tidak mensyukuri yang sedikit, maka ia tidak akan mampu mensyukuri sesuatu yang banyak.” (HR. Ahmad, 4/278.)

Yang ketiga, ridho dengan apa yang sudah menjadi ketentuan Allah, kita tidak perlu berandai-andai apa yang sudah terjadi masa lalu, tidak perlu bergumam seandainya melakukan ini jadi itu, seandainya dulu ini maka itu, ridholah..apa yang sudah terjadi maka itu ketetapan Allah yang menghendakinya..tugas kita ialah ridho jika kita ingin Allah rido pada kita..

Allah yang Maha Tahu akan diri kita, boleh jadi dengan kita ditimpa suatu keadaan kita jadi sombong, lalai dan berbuat sewenag-wenang.. Allah berfirman:

Dan jikalau Allah melapangkan rezeki kepada hamba-hamba-Nya tentulah mereka akan melampaui batas di muka bumi, tetapi Allah menurunkan apa yang dikehendaki-Nya dengan ukuran. Sesungguhnya Dia Maha Mengetahui (keadaan) hamba-hamba-Nya lagi Maha Melihat.” (Asy-Syura: 27)

Mari kita awali pagi dengan bersyukur kepada Allah, baik dengan hati yang penuh terimakasih pada ALlah, lisan juga mengucapkan Alhamdulillah..