Menyikapi Tahun Baru

Zaman setelahnya akan selalu lebih buruk.

Diriwayatkan oleh Anas:

فَقَالَ اصْبِرُوا فَإِنَّهُ لَا يَأْتِي عَلَيْكُمْ زَمَانٌ إِلَّا الَّذِي بَعْدَهُ شَرٌّ مِنْهُ حَتَّى تَلْقَوْا رَبَّكُمْ سَمِعْتُهُ مِنْ نَبِيِّكُمْ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ

Maka dia berkata:”Bersabarlah, sebab tidaklah kalian menjalani suatu zaman, melainkan sesudahnya lebih buruk daripadanya, sampai kalian menjumpai rabb kalian. Aku mendengar hadit ini dari Nabi kalian Shallallahu’alaihi wasallam”. (HR. Bukhari)

Artinya zaman dahulu dengan zaman sekarang, akan lebih buruk zaman sekarang dibandingkan dengan zaman-zaman sebelumnya. Tahun 2019 dengan tahun 2022 maka akan lebih buruk di tahun 2022.

Lebih buruk dalam hal apa?

Padahal kita melihat, teknologi semakin maju, gedung-gedung semakin tinggi, makanan semakin enak, transportasi semakin cepat, komunikasi semakin canggih. Maka secara kasat mata zaman ke depan justru lebih baik. Apakah betul demikian?

Mari kita liat surat alkahfi ayat 46:

اَلْمَالُ وَالْبَنُوْنَ زِيْنَةُ الْحَيٰوةِ الدُّنْيَاۚ وَالْبٰقِيٰتُ الصّٰلِحٰتُ خَيْرٌ عِنْدَ رَبِّكَ ثَوَابًا وَّخَيْرٌ اَمَلًا

Harta dan anak-anak adalah perhiasan kehidupan dunia tetapi amal kebajikan yang terus-menerus adalah lebih baik pahalanya di sisi Tuhanmu serta lebih baik untuk menjadi harapan.

Kita perhatikan, Allah berfirman: harta dan anak adalah perhiasan dunia. Jadi materi yang kita liat semua adalah perhiasan dunia, maka yang namanya perhiasan tidak bisa dijadikan indikator kebaikan seseorang. Lalu apa indikatornya?

Dilanjutkan dalam ayat tersebut, amalan sholeh itu lebih baik disisi Tuhanmu. Maka indikator kebaikan seseorang dilihat dari amal sholehnya.

Kita perhatikan zaman para sahabat dengan zaman saat ini. Zaman para sahabat mereka lebih banyak membaca al-quran dari pada kita yang sekarang lebih sering membaca media sosial, zaman para sahabat lebih banyak taklim ilmu akhirat dari pada ilmu untuk mencintai dunia, dan lain sebagainya.

Maka, rasulullah saw bersabda:
عَنْ ثَوْبَانَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم-  يُوشِكُ الأُمَمُ أَنْ تَدَاعَى عَلَيْكُمْ كَمَا تَدَاعَى الأَكَلَةُ إِلَى قَصْعَتِهَا  فَقَالَ قَائِلٌ وَمِنْ قِلَّةٍ نَحْنُ يَوْمَئِذٍ قَالَ بَلْ أَنْتُمْ يَوْمَئِذٍ كَثِيرٌ وَلَكِنَّكُمْ غُثَاءٌ كَغُثَاءِ السَّيْلِ وَلَيَنْزِعَنَّ اللَّهُ مِنْ صُدُورِ عَدُوِّكُمُ الْمَهَابَةَ مِنْكُمْ وَلَيَقْذِفَنَّ اللَّهُ فِى قُلُوبِكُمُ الْوَهَنَ . فَقَالَ قَائِلٌ يَا رَسُولَ اللَّهِ وَمَا الْوَهَنُ قَالَ  حُبُّ الدُّنْيَا وَكَرَاهِيَةُ الْمَوْتِ

Dari Tsauban, ia berkata bahwa telah bersabda Rasulullah SAW: “Hampir saja bangsa-bangsa memangsa kalian sebagaimana orang lapar menghadapi meja penuh hidangan.” Seseorang bertanya “apa saat itu kita sedikit?” jawab beliau “bahkan saat itu kalian banyak, akan tetapi kalian seperti buih di laut. Allah akan cabut rasa takut dari dada musuh kalian, dan Allah sungguh akan mencampakkan penyakit wahn dalam hatimu.” Seseorang bertanya “Ya Rasulullah ap aitu wahn?” beliau menjawab “cinta dunia dan takut mati” (HR. Abu Daud no. 4297 dan Ahmad 5: 278)

Itulah kondisi kita saat ini, banyak di antara umat Islam terkena penyakit wahn, yaitu cinta dunia dan takut mati.

Oleh karena itu, mari kita perbaiki diri kita sendiri, kita muhasabah diri kita. Mendekati akhir tahun, bukan untuk hura-hura merayakan pergantian tahun baru, bukan untuk tabdzir yaitu membuang uang untuk kegiatan yang tidak mengandung maslahat.

Alangkah lebih baik apabila kita mengisi pergantian tahun dengan mengingat Allah, saat yang lain lupa dan lalai kepada Allah, mari kita ingat Allah. Saat orang lain berhura-hura mari kita muhasabah diri kita, lalu tentukan target akhirat kita, bukan target dunia.

Sebagaimana dalam atsar ali bin abi thalib:
مَنۡ كَانَ يَوۡمُهُ خَيۡرًا مِنۡ اَمۡسِهِ فَهُوَ رَابِحُ. وَمَنۡ كَانَ يَوۡمُهُ مثل اَمۡسه فهو مَغۡبُون. ومَن كان يومه شَرًّا مِنۡ امسه فهو مَلۡعُون

“Barangsiapa yang harinya sekarang lebih baik daripada kemarin maka dia termasuk orang yang beruntung. Barangsiapa yang harinya sama dengan kemarin maka dia adalah orang yang merugi. Barangsiapa yang harinya sekarang lebih jelek daripada harinya kemarin maka dia terlaknat.”

Artinya tahun depan orientasi akhirat kita harus lebih baik, ilmu agama kita harus lebih baik, amal shalih kita harus lebih baik dari tahun sebelumnya.

Tinggalkan Komentar Anda

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.