Pentingnya dekat orang sholih

Sesungguhnya agama kita mengikuti agama teman kita, dalam hadis disebutkan

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

المرء على دين خليله فلينظر أحدكم من يخالل

Agama Seseorang sesuai dengan agama teman dekatnya. Hendaklah kalian melihat siapakah yang menjadi teman dekatnya.” (HR. Abu Daud dan Tirmidzi)

Maka sangat penting agar kita didekatkan dengan orang-orang soleh..

begitu kita dekat dengan orang sholeh maka getaran frekuensi akan menular kekita, sebagaimana penjual minyak wangi maka akan ketularan sedikit wanginya..

Dalam hidup kita memerlukan bimbingan seorang soleh seorang guru (mursyid) yang bisa memberikan kita futuh/keterbukaan terhadap hidayah Allah..

Ketika seseorang berhajat kepada mursyid seperti perasaan seorang pesakit berhajat kepada dokter, maka dia perlu menguatkan azamnya dan membetulkan niat dan bertawajjuh kepada Allah Taala dengan hati yang penuh kerendahan. Lalu menyeruNya di tengah malam dan berdoa dalam sujudnya dan selepas solat dengan doa begini:

اللهم دلني على من يدلني عليك واوصلني الى من يوصلني اليك.

(Allahumma dullani ‘ala man yadulluni ‘alaik wa au-silni ila man yuusiluni ilaik)

Maksud: “Ya Allah, tunjukilah daku kepada orang yang akan menunjukkan daku kepadaMu dan sampaikanlah aku kepada orang yang menyampaikan daku kepadaMu”.

atau bisa juga berdoa dengan doa Nabi Daud alaihissalam

وَ عَنْ أَبِي الدَّرْدَاءِ قَالَ : قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ:

كَانَ مِنْ دُعَاءِ دَاوُدَ يَقُوْلُ : اللَّهُمَّ ! إِنِّي أَسْألُكَ حُبَّكَ وَحُبَّ مَنْ يُحِبُّكَ ، وَالعَمَلَ الَّذِي يُبَلِّغُنِي حُبَّكَ . اللَّهُمَّ ! اِجْعَلْ حُبَّكَ أَحَبَّ إِليَّ مِنْ نَفْسِيْ وَأَهْلِي ، وَمِنَ المَاءِ البَارِدِ

رَوَاهُ التِّرْمِذِي وَقاَلَ : حَدِيْثٌ حَسَنٌ

Dari Abu Ad-Darda’ radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “ Di antara doa Nabi Daud adalah ‘ALLOHUMMA INNI AS-ALUKA HUBBAK, WA HUBBA MAYYUHIBBUK, WAL ‘AMALA ALLADZI YUBALLIGHUNII HUBBAK. ALLOHUMMAJ’AL HUBBAKA AHABBA ILAYYA MIN NAFSII WA AHLII WA MINAL MAA-IL BAARID’ (artinya: Ya Allah, sesungguhnya aku meminta kepada-Mu untuk selalu cinta kepada-Mu, mencintai orang yang selalu mencintai-Mu, dana mal yang dapat menyampaikanku untuk mencintai-Mu. Ya Allah, jadikanlah cinta kepada-Mu melebihi cintaku terhadap diriku sendiri, keluarga, dan air yang dingin).” (HR. Tirmidzi, ia mengatakan bahwa hadits ini hasan)

Tinggalkan Komentar Anda

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.