Bulan Maulid

Hal yang sangat saya syukuri adalah pernah mengenyam di Pondok Modern Darussalam Gontor Ponorogo, meskipun tidak sampai lulus tapi sangat banyak ilmu dan pendidikan yang saya dapatkan, salah satunya yg sampai sekarang masih di ingat ialah bahwa pondok bediri diatas dan untuk semua golongan.

inilah yang membuat saya tidak ada fanatisme terhadap Ormas baik Muhammadiyah maupun NU, karena belajar dari sejarah..ternyata Kyai Ahmad Dahlan seperguruan dengan Kyai Hasyim Asy’ari dan amaliah Muhammadiyah zaman beliau masih sama persis dengan amaliyah nahdiyin.

Terdapat kontroversi di masyarakat (selain NU) terutama yang baru ngaji baik di Muhammadiyah atau aliran yang lain, yang seringkali mempertanyakan bagaimana hukum memeringati maulid nabi?

Karena yang bertanya kebanyakan kawan-kawan yang mengkuti kajian di Muhammadiyah, maka jawaban saya mengikuti fatwa tarjih muhammadiyah yaitu belum pernah menemukan dalil tentang perintah menyelenggarakan peringatan Maulid Nabi saw, sementara itu belum pernah pula menemukan dalil yang melarang penyelenggaraannya. Oleh sebab itu, perkara ini termasuk dalam perkara ijtihadiyah dan tidak ada kewajiban sekaligus tidak ada larangan untuk melaksanakannya (Cek di https://fatwatarjih.or.id/hukum-mengadakan-peringatan-maulid-nabi/ )

Muhammadiyah memiliki jawaban yang moderat, sehingga apabila di suatu masyarakat Muslim memandang perlu menyelenggarakan peringatan Maulid Nabi saw tersebut, yang perlu diperhatikan adalah agar jangan sampai melakukan perbuatan yang dilarang serta harus atas dasar kemaslahatan.

Lalu, hikmah apa yang bisa kita dapatkan di bulan Maulid? apakah dengan mengingat bahwa bulan ini bulan lahirnya Nabi Muhammad kemudian tidak ada berkas cinta kepada beliau?

coba kita bayangkan, apabila di hari ulang tahun kita, lalu ada orang datang memberi kita hadiah, doa dan kegembiraan, apakah kita sebagai manusia tidak bergembira?

kemudian, di hari ulang tahun anak kita, ada orang lain yang datang membawa hadiah, doa dan kegembiraan untuk anak kita, bagaiamana dengan perasaaan kita..?

jika kita merasa gembira, maka sesungguhnya cinta kepada Nabi Muhamamd saw harus di atas cinta kita dari diri kita dan anak kita..

maka selayaknya kita bergembira dengan lahirnya Rasul kita yang mengenalkan Islam, mengenalkan Allah dengan Sifat-sifat Baiknya..yang menyimpan doa pamungkas untuk syafaat kita di hari akhir kelak, memikirkan keselamatan akhirat kita..maka sesungguhnya beliau lebih berhak dicintai, dan kita gembira atas lahirnya beliau…

Ya Allah limpahkanlah sholawat dan salam kepada nabi Muhammad sebanyak Rahmat Mu

Tinggalkan Komentar Anda

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.