Beramal untuk dunia atau akhirat?

Hadis I
ٍعَنْ عُمَرَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهم عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِنَّمَا الْأَعْمَالُ بِالنِّيَّةِ وَلِكُلِّ امْرِئٍ مَا نَوَى فَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ إِلَى اللَّهِ وَرَسُولِهِ فَهِجْرَتُهُ إِلَى اللَّهِ وَرَسُولِهِ وَمَنْ كَانَتْ هِجْرَتُهُ لدُنْيَا يُصِيبُهَا أَوِ امْرَأَةٍ يَتَزَوَّجُهَا فَهِجْرَتُهُ إِلَى مَا هَاجَرَ إِلَيْهِ
Dari Umar radhiyallahu ‘anhu, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Amal itu tergantung niatnya, dan seseorang hanya mendapatkan sesuai niatnya. Barang siapa yang hijrahnya kepada Allah dan Rasul-Nya, maka hijrahnya kepada Allah dan Rasul-Nya, dan barang siapa yang hijrahnya karena dunia atau karena wanita yang hendak dinikahinya, maka hijrahnya itu sesuai ke mana ia hijrah.” (HR. Bukhari, Muslim, dan empat imam Ahli Hadits)

Hadis II
بشر هذه الأمة بالسناء والرفعة والدين والتمكين في الأرض فمن عمل منهم عمل الآخرة للدنيا لم يكن له في الآخرة من نصيب
“Umat ini diberi kabar gembira dengan kemuliaan, kedudukan, agama dan kekuatan di muka bumi. Barangsiapa dari umat ini yang melakukan amalan akhirat untuk meraih dunia, maka di akhirat dia tidak mendapatkan satu bagian pun.” (HR. Ahmad, Ibnu Hibban dalam kitab Shahihnya, Al Hakim dan Al Baiaqi. Al Hakim mengatakan sanadnya shahih.)

Dari kedua hadis diatas, ulama sepakat bahwa niat beramal adalah ikhlas untuk Allah Ta’ala. Kemudian ada pertanyaan, bagaimana jika beramal karena motivasi-motivasi dunia yg dijelaskan dalam dalil?

Untuk menjawab pertanyaan diatas, maka kita rinci menjadi 2 bagian:
Pertama, beramal akhirat murni untuk tujuan dunia, maka hal ini termasuk bagian dari hadis diatas (di akhirat tidak mendapat pahala apapun).
Contoh: niat sedekah karena ingin dipuji atau dikenal menjadi orang dermawan, niat jihad agar di puji atau dikenal sebagai mujahid, niat baca quran agar dikenal sebagai Qori.

Kedua, beramal akhirat untuk tujuan dunia dan akhirat, maka hal ini di perbolehkan. sebagaimana dalil-dalil yg mafhum seperti:

  • silaturrahmi memanjangkan umur dan meluaskan rezeki
  • istighfar memperbanyak anak dan rezeki
  • sedekah mengobati penyakit, dll..
    Syaratnya adalah:
    a. Meyakini bahwa amal sholeh yg dilakuakan hanyal wasilah/perantara.
    b. Hanya mengharap kepada Allah, bukan amal sholehnya.
    c. Meniatkan juga untuk akhiratnya, sebagaimana doa ‘robbana atina fiddunya hasanah wa fil akhiroti hasanah’ . misal dengan istighfar agar Allah ampuni dosanya kemudian diberi rezki anak (karena dosa adalah penghambat rezeki). misalnya lagi, dengan sedekah Allah ampuni dosanya dan sembuhkan penyakitnya (karena dosa dapat berakibat penyakit).

Pertanyaan selanjutnya, apakah dengan 2 niat (dunia dan akhirat) tetap mendapatkan pahala akhirat?
Terdapat 2 hadist:
Hadis 1: Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda ;
مَا مِنْ غاَزِيَةٍ تَغْزُو فِي سَبِيْلِ اللهِ فَيُصِيْبُوْنَ الْغَنِيْمَةَ إِلاَّ تَعَجَّلُوا ثُلُثَيِ أَجْرِهِمْ مِنَ الآخِرَةِ وَيَبْقَى لَهُمُ الثُّلُثُ وَإِنْ لَمْ يُصِيْبُوا غَنِيْمَةً تَمَّ لَهُمْ أَجْرُهُمْ
“Tidaklah ada pasukan yang berjihad di jalan Allah lalu memperoleh harta gonimah kecuali mereka telah menyegerakan dua pertiga pahala akhirat mereka, dan tersisa bagi mereka sepertiga pahala akhirat mereka. Jika mereka tidak memperoleh gonimah maka sempurnalah pahala mereka” (HR Muslim no 1905)

Hadist 2: Ada yang menanyakan pada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam,
أَرَأَيْتَ الرَّجُلَ يَعْمَلُ الْعَمَلَ مِنَ الْخَيْرِ وَيَحْمَدُهُ النَّاسُ عَلَيْهِ قَالَ « تِلْكَ عَاجِلُ بُشْرَى الْمُؤْمِنِ ».
“Bagaimana pendapatmu dengan orang yang melakukan suatu amalan kebaikan, lalu setelah itu dia mendapatkan pujian orang-orang. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengatakan, “Itu adalah berita gembira bagi seorang mukmin yang disegerakan.” (HR Muslim no 2642)

Menurut pemahaman penulis, jika kita beramal sholeh untuk hajat dunia dan akhirat maka baginya kebaikan dunia dan akhirat, namun porsi pahala akhiratnya akan berkurang karena pahalanya sudah disegerakan di dunia.

Alhasil, untuk apa beribadah agar dapat dunia? harta? kekuasaan? semua akan musnah, dan kenikmatan dunia hanyalah setetes dibanding kenikmatan akhirat. Dunia ini terlaknat kecuali orang yang mengingat Allah, melakukan ketaatan dan penuntut Ilmu. Jika kita beramal untuk dunia, kemudian dunia tidak kita peroleh, maka hasilnya kita kecewa. Lebih baik beramallah untuk akhirat, janji Allah itu pasti dan yakinilah.

Milikilah amalan-amalan rahasia antara engkau dengan Allah, milikilah amalan-amalan dengan niatan se ikhlas mungkin, milikilah amalan-amalan yang memang khusus untuk persiapan akhirat. Jika ada amalan-amalan untuk hajat dunia niatkan juga untuk kebaikan akhirat dan mengkuti hadis dari rasulullah shollallahu alaihi wasallam.

Tinggalkan Komentar Anda

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.