Doa Sholat Witir

Bismilllah walhamdulillah, washsholatu wassalamu ‘ala rasulillah wa ala alihi  wa shohbihi waman walah.

sholat witir adalah sholat sunnah yang di lakukan antara setelah sholat isya sampai sebelum subuh dengan bilangan rokaat ganjil. Hukum sholat witir adalah sunnah muakkad, karena nabi muhammad shollallahu alaihi wasallam selalu melakukannya.

JUMLAH RAKA’AT SHALAT WITIR

Jumlah shalat sunnah witir paling sedikit 1 (satu) raka’at dan tidak ada batasan berapa roka’at jumlah maksimalnya.

Yang paling utama adalah 11 (sebelas) roka’at dan dilakukan dengan salam setiap 2 (dua) raka’at dan diakhiri dengan 1 (satu) raka’at.

Sah hukumnya shalat witir yang lebih dari 11 roka’at namun demikian sebaiknya diakhiri dengan ganjil seperti 13, 15, 17 rokaat, dst.

BACAAN SHALAT WITIR

Bacaan wajib adalah surat Al-Fatihah dan tahiyat (tasyahud)
Bacaan sunnah (dibaca setelah Al-Fatihah):
Rakaat pertama surat Al-A’la (سبح اسم ربك الأعلى)
Rakaat kedua baca surat Al-Kafirun (قل ياأيها الكافرون)
Rakaat ketiga baca 3 surat yaitu Al-Ikhlas (قل هو الله أحد), Al-Falaq, dan An-Nas.

KEUTAMAAN SHOLAT WITIR

doa sholat witir

 

DOA SETELAH SHOLAT WITIR

Ada dua doa yang bisa diamalkan sebagai berikut:

[1]

سُبْحَانَ الْمَلِكِ الْقُدُّوسِ

Subhaanal malikil qudduus –dibaca 3x- [artinya: Maha Suci Engkau yang Maha Merajai lagi Maha Suci dari berbagai kekurangan]” (HR. Abu Daud no. 1430, An-Nasai no. 1735, dan Ahmad 3: 406. Al-Hafizh Abu Thahir mengatkaan bahwa sanad hadits ini shahih)

Dari Ubay bin Ka’ab, ia berkata,

فَإِذَا سَلَّمَ قَالَ :« سُبْحَانَ الْمَلِكِ الْقُدُّوسِ ». ثَلاَثَ مَرَّاتٍ يَمُدُّ بِهَا صَوْتَهُ فِى الآخِرَةِ يَقُولُ :« رَبِّ الْمَلاَئِكَةِ وَالرُّوحِ »

“Jika Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengucapkan salam, beliau mengucapkan, ‘Subhaanal malikil qudduus’ sebanyak tiga kali dan di suara ketiga, beliau memanjangkan suaranya. Lalu beliau mengucapkan, ‘Rabbil malaikati war ruuh.’ ” (HR. As-Sunan Al-Kubra Al-Baihaqi 3: 40 dan Sunan Ad-Daruquthni 4: 371. Tambahan ‘rabbil malaikati war ruuh’ adalah tambahan maqbulah yang diterima).

[2]

اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِرِضَاكَ مِنْ سَخَطِكَ وَبِمُعَافَاتِكَ مِنْ عُقُوبَتِكَ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْكَ لاَ أُحْصِى ثَنَاءً عَلَيْكَ أَنْتَ كَمَا أَثْنَيْتَ عَلَى نَفْسِكَ

Allahumma inni a’udzu bi ridhaoka min sakhotik wa bi mu’afaatika min ‘uqubatik, wa a’udzu bika minka laa uh-shi tsanaa-an ‘alaik, anta kamaa atsnaita ‘ala nafsik” -dibaca 1x- [artinya: Ya Allah, aku berlindung dengan keridhaan-Mu dari kemarahan-Mu, dan dengan keselamatan-Mu dari hukuman-Mu dan aku berlindung kepada-Mu dari siksa-Mu. Aku tidak mampu menghitung pujian dan sanjungan kepada-Mu, Engkau adalah sebagaimana yang Engkau sanjukan kepada diri-Mu sendiri]. (HR. Abu Daud no. 1427, Tirmidzi no. 3566, An-Nasa’i no. 1748 dan Ibnu Majah no. 1179. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa sanad hadits ini shahih)

Selain itu dalam kitab abwabul faraj untuk membaca tasbih dzun nun atau nabi yunus alaihissalam 40x (laa ilaha illa anta subhanaka inni kuntu minaz zolimin)

Tinggalkan Komentar Anda

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.