3 urusan agar Allah perbaiki urusan kita

PERBAIKI DULU 3 URUSAN INI AGAR ALLAH PERBAIKI SETIAP URUSANMU
Kita seringkali lalai dengan esensi tujuan Allah menciptakan kita, baik sengaja atau tidak sengaja. Kita enggan hidup sesuai dengan keinginan Allah, padahal tak satupun makhluk yang tak butuh pada Allah Tuhan alam semesta?
Bagaimana pula Allah akan memperbaiki hidup kita, sedangkan kita tidak mau memperbaiki kehidupan kita dengan tata cara yang di syariatkan oleh Allah lewat ajaran Sayyidina Rasulillah?
Maka untuk memperbaiki hidupmu, memperbaiki urusanmu , perhatikan dan perbaikilah 3 urusan ini terlebih dahulu.
Alhabib Quraisy Baharun tadi malam (06/11/2017) menjelaskan di rutinan mingguan Jalsah Itsnain Majelis Rasulullah SAW Jawa Barat setiap malam selasa, bahwa Simaklah nasehat ini untuk perbaikan hidup kita.
 قال يوسف بن الحسين :
سمعت ذا النون المصري يقول: كان العلماء يتواعظون بثلاثٍ، ويكتب بعضهم إلى بعض: 
ومن أصلح ما بينه وبين الله، أصلح الله ما بينه وبين الناس.
من أحسن سريرته؛ أحسن الله علانيته.
ومن أصلح أمر آخرته، أصلح الله أمر دنياه.
السير (١٤١/١٩).
 3 WASIAT PARA ULAMA.

Berkata Yusuf Ibnu Al-Husain rahimahullah :
Aku telah mendengar Dzun Nun Al-Mishri berkata:
Dahulu para ulama mereka saling menasehati dengan 3 perkara, dan sebagian mereka menuliskan (wasiat) kepada sebagian lainnya:
❶ barangsiapa memperbaiki hubungan dirinya dengan Allah, maka Allah perbaiki hubungan dirinya dengan manusia.
❷ barangsiapa menjaga dirinya dikala sendiri maka Allah akan menjaga kondisinya dikala ramai.
❸ dan barangsiapa memperbaiki urusan akhiratnya, maka Allah perbaiki urusan dunianya. 
Fahamilah bahwa beliau ialah dalam rangka memotivasi agar kita memiliki akhlak yang mulia. Di dalam bab ini beliau juga hendak menerangkan keutamaan-keutamaannya serta siapa sajakah di antara hamba-hamba Allah yang memiliki sifat-sifat mulia itu. Husnul khuluq meliputi berakhlaq mulia kepada Allah dan berakhlaq mulia kepada hamba-hamba Allah.
Berakhlaq mulia kepada Allah yaitu senantiasa ridha terhadap ketetapan hukum-Nya, baik yang berupa aturan syari’at maupun ketetapan takdir, menerimanya dengan dada yang lapang tanpa keluh kesah, tidak berputus asa ataupun bersedih. 
Apabila Allah menakdirkan sesuatu yang tidak disukai menimpa seorang muslim maka hendaknya dia ridha terhadapnya, pasrah dan sabar dalam menghadapinya. Dia ucapkan dengan lisan dan hatinya: radhiitu billaahi rabban ‘Aku ridha Allah sebagai Rabb’. Apabila Allah menetapkan keputusan hukum syar’i kepadanya maka dia menerimanya dengan ridha dan pasrah, tunduk patuh melaksanakan syari’at Allah ‘Azza wa Jalla dengan dada yang lapang dan hati yang tenang, inilah makna berakhlak mulia terhadap Allah ‘Azza wa Jalla.
 Perbaikilah Hubunganmu dengan Allah Niscaya Allah akan Memperbaiki Hubunganmu dengan Manusia di Sekitarmu
Ini merupakan ketetapan dari Allah Subhanahu wa Ta’ala. Suatu kaidah yang berlaku di setiap keadaan.
Jika engkau ingin mendapatkan pertolongan dan perlindungan, sesungguhnya Allah Subhanahu wa Ta’ala telah menyebutkan dalam firman-Nya,
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِن تَنصُرُوا اللَّهَ يَنصُرْكُمْ وَيُثَبِّتْ أَقْدَامَكُمْ
“Wahai orang-orang yang beriman, jika kalian menolong (agama) Allah niscaya Dia akan menolong dan mengokohkan kedudukan kalian.” (QS. Muhammad:7)
Al-Imam At-Tirmidzy rahimahullah menyebutkan suatu hadits dalam kitab beliau dari shahabat Anas rahimahullah sampai kepada Rasulullah shalallahu ’alaihi wa sallam,
“Barang siapa menjadikan dunia sebagai tujuannya, Allah akan jadikan kemiskinan ada di depan matanya, dan Allah akan cerai-beraikan urusannya. Padahal dunia itu tidak akan diberikan kepadanya kecuali sebatas yang telah ditentukan untuknya. Tidaklah dia melalui sore melainkan merasa miskin, dan tidaklah dia berpagi kecuali merasa miskin pula. Dan tidaklah seorang hamba menghadapkan hatinya kepada Allah Ta’ala kecuali Dia akan jadikan hati-hati orang beriman mendatanginya dengan rasa cinta dan kasih-sayang. Sesungguhnya Allah sangat bersemangat di dalam membalas segala kebaikan.”
Kalau engkau ingin terlindung dari kejahatan manusia, maka Allah memberikan jaminan perlindungan dari kejahatan hamba-hamba-Nya melalui ibadah yang benar. Allah berfirman,
أَلَيْسَ اللَّهُ بِكَافٍ عَبْدَهُ وَيُخَوِّفُونَكَ بِالَّذِينَ مِن دُونِهِ وَمَن يُضْلِلِ اللَّهُ فَمَا لَهُ مِنْ هَادٍ. وَمَن يَهْدِ اللَّهُ فَمَا لَهُ مِن مُّضِلٍّ أَلَيْسَ اللَّهُ بِعَزِيزٍ ذِي انتِقَامٍ
“Bukankah Allah cukup untuk melindungi hamba-hamba-Nya. Dan mereka menakut-nakuti engkau dengan (sesembahan) selain Allah? Barang siapa disesatkan oleh Allah maka tidak ada seorang pun yang akan memberi petunjuk kepadanya. Dan barang siapa diberi petunjuk oleh Allah maka tidak ada seorang pun yang dapat menyesatkannya. Bukankah Allah Maha Perkasa lagi berkuasa untuk mengazab?” (QS. Az-Zumar:36-37)
Bila engkau ingin dimudahkan ketika menghadapi masa yang sulit, keluar dari kesempitan, mengetahui yang benar di antara kebatilan, dan yang salah di antara kebenaran, maka Allah menjamin itu semua bagi siapa saja yang taat dan bertakwa kepada-Nya. Allah berfirman,
وَمَن يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَل لَّهُ مِنْ أَمْرِهِ يُسْراً
“Barang siapa bertakwa kepada Allah niscaya Allah akan menjadikan kemudahan dalam urusannya.” (QS. Ath-Thalaq:4)
يِا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ إَن تَتَّقُواْ اللّهَ يَجْعَل لَّكُمْ فُرْقَاناً وَيُكَفِّرْ عَنكُمْ سَيِّئَاتِكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ وَاللّهُ ذُو الْفَضْلِ الْعَظِيمِ
“Wahai orang-orang yang beriman, jika engkau bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan memberikan kepadamu petunjuk dan mengampuni segala kesalahan-kesalahanmu dan mengampuni dosa-dosamu. Dan Allah Maha Mempunyai karunia yang besar.” (QS. Al-Anfal:29)
Kalau engkau ingin dijauhkan dari terperosok kepada perbuatan-perbuatan keji, maka Allah pun berfirman,
كَذَلِكَ لِنَصْرِفَ عَنْهُ السُّوءَ وَالْفَحْشَاء إِنَّهُ مِنْ عِبَادِنَا الْمُخْلَصِينَ“Demikianlah, agar kami memalingkan darinya kemungkaran dan kekejian. Sesungguhnya dia (Yusuf) termasuk hamba-hamba Kami yang terpillih.” (QS. Yusuf:24)
Maka, dengan terus istiqamah di atas ketaatan kepada Allah, Dia akan membebaskanmu, memilihmu, dan menjauhkanmu dari semua kejelekan. Sebagaimana Allah telah menjaga Nabi-Nya Yusuf ’alaihis salam dari terjatuh pada perbuatan keji yaitu zina, di tempat sepi dalam keadaan yang sulit bagi mayoritas manusia untuk menghindarinya.
Allah juga jadikan hubungan seseorang dengan-Nya sebagai pelindung dari terjatuh pada perbuatan keji. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman tentang hubungan seorang hamba dengan Rabb-nya melalui shalat,
إِنَّ الصَّلَاةَ تَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاء وَالْمُنكَرِ
“Sesungguhnya shalat itu mencegah dari perbuatan keji dan munkar.” (QS. Al-Ankabut:45)
Maka perbaikilah hubunganmu dengan Allah niscaya Allah akan berikan kebaikan kepadamu berupa kebaikan-kebaikan yang hadir dari segala penjuru. Bila engkau memperbaiki hubunganmu kepada Allah, Allah pun akan memperbaiki hubungan atau urusanmu kepada manusia.

Barangsiapa menjaga dirinya dikala sendiri maka Allah akan menjaga kondisinya dikala ramai dan barangsiapa memperbaiki urusan akhiratnya, maka Allah perbaiki urusan dunianya. 
Oleh sebab itu, perhatikanlah 3 hal diatas, demi kebaikan kita.

Wallahu A’laam.
Semoga bermanfaat untuk dunia dan akhirat kita… Aamiin…

Tinggalkan Komentar Anda

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.