Berkah nisfu sya’ban dan sholawat

Hari sabtu pagi tgl 16 juli bertepatan dengan 14 sya’ban terbit Koran lokal, di kolom suara pembaca, ada warga yg mengirim sms kepada kepala dinas, mengadukan perihal berobat gratis di puskesmas sedangkan dokter disitu menarif angka yg cukup besar yaitu Rp.400.000 tanpa kwitansi. Sontan seluruh staff puskesmas yg diadukan kaget, apakah memang benar kejadian ini?

Karena hari itu hari sabtu, maka belum ada pemanggilan dari dinas setempat, dan kemungkinan menunggu hari kerja selanjutnya. Dengan perasaan yg kalang kabut, tidak menentu, sy coba menenangkan diri, dan kebetulan sabtu malam bertepatan dengan malam nisfu sya’ban, merupakan kesempatan yg baik untuk berdoa.

Dengan melakukan beberapa amalan nisfu sya’ban, setelah membaca tasbih yunus sy berdoa memohon penyelesaian yg baik masalah ini.

Pagi harinya, hari  minggu tak lupa tuk selalu melantunkan sholawat untuk nabi, dengan berharap agar semua masalah bisa terselesaikan dengan baik.

Hari senin, semuanya sepi dan terlihat aman-aman sj, karena kebetulan hari itu di dinas ada pertemuan, jd tidak sempat membahas masalah Koran hari sabtu.

Hari selasa, sy mulai di panggil di dinas, anehnya dokter di puskesmas ada 2 tapi kok yg dipanggil Cuma 1, kami sempat berpikir curiga jangan-jangan ada staff puskes yg melapor dan mencurigai saya, tp bismillah sy tetap berangkat.

Sesampai di dinas, sy di Tanya oleh bagian divisi yankes untuk mengklarifikasi masalah sms di Koran.

Akhirnya sy menjelaskan, bahwa hal tersebut tidak ada dan semua pasien tindakan berkwitansi..dan memang ada 2 pasien yg waktu itu kami tariff mahal, dan kejadiannya sudah lama, yaitu bulan februari. Sebelum kami menarif, kami juga terlebih dahulu berkonsultasi kpd kepala puskesmas ttg pengobatan di rawat inap. Dan kata kepala puskes waktu itu, tidak masalah ada penarifan. Karena memang sebetulnya perda gratis hanya berlaku bila berobat pada jam kerja di puskes rawat jalan.

Sy menjelaskan kepada kepala bidang yankes, bahwa pasien pertama karyawan perusahaan yg mengalami remuk tulang jari-jari tangan akibat masuk dalam mesin penghancur, sy sudah menyarankan rujuk, akan tetapi foreman tidak mau dan maunya di tangani sebisa mungkin di situ, sy sudah menjelaskan dan nanti ada biayanya, dan formen tersebut sepakat. Setelah selesai reparasi tangan pasien, kami menarif dan memakai kwitansi. Setelah itu pasien control dengan saya dalam keadaan baik dan mengucapkan terimakasih.

Pasien ke 2 korban kecelakaan, dimana mukanya hancur terkena kaca. Sebelum menjahit, kami sudah menjelaskan, karena jahitan estetika/kosmetik sehingga ada tarifnya, dan penanggung pasien setuju,akhirnya kami kerjakan dan tariff sewajarnya dan berkwitansi.

 

Setelah sy jelaskan 2 pasien tersebut, kabid yankes sama sekali tidak menyalahkan saya. Dan memang prosedur yg saya lakukan sudah benar, akan tetapi memang kelihatannya ada oknum yg tidak suka sm sy sehingga mengirim sms ke Koran. Karena dari bahasa sms tersebut menandakan pengirimnya berpendidikan bukan warga yg tinggal disekitar puskesmas sy. Dan kebetulan kabid yankes pernah dinas di puskes sy selama 10 tahun sehingga mengetahui seluk beluk area puskesmas sy.

Dan memang kata beliau diantara staff puskes sy ada yg menginginkan tidak ada dokter disitu, karena mengurangi ‘lahannya’, dan itu sudah terjadi semenjak beliau dinas dip km tersebtu.

Dan alhamdulillah pihak dinas bisa mengerti dan membela sy, dan memang tujuan sms tersebut bukan mencari keadilan, akan tetapi ingin mengeluarkan sy di puskes tersebut. Dan ternyata kejadian ini pernah terjadi juga saat kabid yankes bertugas dip km sy.

Dan akhirnya masalah selesai dengan baik, akan tetapi tinggal ‘asap’nya sj yg masih kurang mengenakkan, tp alhamdulillah beberapa teman menyadari bahwa sms warga tersebut memang janggal sehingga malah menghancurkan nama puskes itu sendiri.

Semoga yg mengirim sms sadar, dan Allah Maha Membalas apa yg hambaNya lakukan.

Alhamdulillah msalah selesai dengan baik dengan berkah nisfu sya’ban dan sholawat. Semoga cerita nyata ini bisa menambah semangat ibadah dan doa kita pada Allah, bahwa Allah Maha Melihat dan Tidak Tidur insya Allah membela hamba Nya yg lemah dan terdzolimi.

Salam

Tinggalkan Komentar Anda

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s