The Power of Sedekah

Oleh Hasna Puri Nazar
Rasulullah bersabda: “Orang yang dicintai Allah ialah yang paling banyak manfaatnya untuk orang lain. Dan amal perbuatan yang paling dicintai Allah ialah bila kamu menyenangkan hati seorang muslim, menghilangkan kesulitannya, melunasi hutangnya, atau menghilangkan rasa laparnya.” (HR Ath-Thabrani)
Beberapa bulan lalu untuk pertama kalinya saya dan teman-teman berkumpul untuk membentuk suatu wadah penghimpun dana bagi pasien tidak mampu di Rumah Sakit pemerintah tempat kami bekerja. Selain bertujuan meringankan beban pasien dari harga obat-obatan yang melambung tinggi kami juga sama-sama berlatih untuk menunaikan kewajiban zakat profesi.
Sisi optimis ketika melakukan suatu kebaikan menjadi keyakinan kami untuk serius menunaikan semua rumusan perencanaan kegiatan pengumpulan dana. Mulai dari launching kegiatan penghimpunan dana, penyebaran leaflet profil kegiatan, promosi dari mulut ke mulut yang dilakukan tim di lingkungan Rumah Sakit telah dimaksimalkan diawal keberadaan kami.
Respon yang diterima Alhamdulillah baik. Banyak yang memberikan dukungan bahkan ada rekan yang langsung mengikrarkan dirinya menjadi donatur tetap.
Dalam waktu tidak lama, Alhamdulillah saldo kami terkumpul cukup banyak dengan mayoritas donatur dari internal (staf) yang disunat pendapatannya setiap bulan. Pengeluaran pun belum berlebihan, baru satu pasien tidak mampu yang memperoleh bantuan dari kami.
Menginjak bulan kedua, pengeluaran dana bantuan mulai merayap naik. Jumlah pasien yang diberi memang tidak begitu banyak namun nominal yang dikeluarkan per pasien cukup besar terutama untuk pembelian obat-obatan yang cukup mahal. Sebagai wadah penghimpun dana yang baru mulai eksistensinya, rasa kekhawatiran mulai menyergap disaat pengeluaran mulai meroket sedangkan saldo yang kami miliki terbatas. Akhirnya kami pun tetap berniat mengeluarkan semua dana yang kami punya di rekening untuk membantu pasien-pasien tersebut walaupun dengan konsekuensi saldo kami akan sampai pada titik terendah.
Ketika kita berniat akan melakukan kebaikan, niscaya niat kita sudah dicatat sebagai satu pahala walau belum sempat melaksanakannya, sedangkan jika kita mewujudkan niat tersebut maka akan bertambah satu lagi pahala.
Sungguh niat kami tersebut ternyata menjadi niat yang berbuah keberkahan.Sesaat sebelum menguras dana dari mesin ATM, ternyata saldo kami telah banyak betambah lebih dari dua kali lipat dari sebelumnya. Puji syukur tak ada habisnya kami ucapkan dan terima kasih pada seluruh pendonatur yang telah membantu, ternyata kondisi yang kami kira sebelumnya menjadi berbalik.
Tak akan ada kondisi saldo yang minim pada saat itu, melainkan jumlahnya meningkat tak terduga. Belakangan kami tahu bahwa donatur dermawan tak terduga itu adalah salah satu perusahaan alat kesehatan yang hingga sekarang menjadi donatur tetap dan selalu setia memberikan bantuan dana dalam jumlah besar.
Mungkin banyak cerita yang pernah didengar tentang keutamaan bersedekah dan balasan yang akan didapat dengan bersedekah baik dari buku-buku, ceramah keagamaan, ataupun film-film religi yang sempat marak beberapa waktu lalu. Keberkahan yang tak disangka itu bisa dilihat pada salah satu film televisi yang berjudul “Tukang Bubur Naik Haji”, beberapa rekan-rekan mungkin sempat tahu cerita tersebut, seorang tukang bubur yang rajin bersedekah pada anak yatim semampu yang ia miliki minimal bersedekah dengan buburnya yang diberikan cuma-cuma. Kemudian balasan yang didapat adalah ia dapat pergi haji gratis dari undian tabungan di bank yang ia miliki.
Sebagian dari kita mungkin mengamini kejadian-kejadian tersebut, tapi tidak sedikit juga yang pesimis mengatakan bahwa itu hanya cerita hikmah belaka. Namun ini nyata, tim kami merasakan pengalaman