Kurang baiknya minuman bersoda

26 04 2012

Bahaya sering minum minuman bersoda! Mulai saat ini, berhati-hatilah. Anda harus tahu bahwa di balik sensasi rasanya yang menyegarkan, minuman bersoda menyimpan bahaya yang serius bagi tubuh.

Membahayakan Ginjal

Amerika Serikat melakukan penelitian mengenai bahaya tersebut terhadap 3256. Mereka rutin mengkonsumsi minuman bersoda minimal 2 kali sehari. Hasilnya, sebanyak 30% responden mengalami kerusakan ginjal dan penurunan fungsinya. Menurut para ahli, hal ini terkait dengan kandungan minuman bersoda, yakni pemanis buatan, pewarna buatan, kafein, dan asam fosfat.

Meningkatkan Risiko Diabetes

Para penderita penyakit diabetes sangat dilarang untuk mengkonsumsi gula. Hal ini karena hormon insulin yang ada di dalam tubuhnya tidak cukup, bahkan tidak sanggup untuk mengubah zat gula tersebut menjadi gula otot (glikogen). Akibatnya, gula darah (glukosa) akan meningkat dan membahayakan. Ingat, diabetes juga merupakan salah satu penyakit yang bisa memicu penyakit yang lain, misalnya stroke dan kerusakan jantung koroner. Jika Anda banyak mengkonsumsi minuman bersoda, selain berpotensi menyebabkan diabetes, stroke dan kerusakan jantung korone juga bisa terjadi. Perlu dicatat bahwa penyakit diabetes timbul tak hanya karena faktor keturunan. Orang yang asalnya normal pun bisa menderita penyakit diabetes.

Meningkatkan Risiko Obesitas

Minuman bersoda kaya akan kalori. Kalori yang masuk ke dalam tubuh bisa meningkatkan risiko obesitas. Tak hanya bagi orang yang sudah dewasa, anak-anak bisa menderita obesitas. Di Amerika Serikat, tingkat obesitas pada anak-anak sangatlah tinggi. Salah satu penyebabnya adalah minuman bersoda. Anak-anak di Amerika Serikat mengkonsumsi minuman bersoda layaknya meminum air putih. Setelah makan, mereka pasti minum minuman bersoda. Hasilnya, mereka banyak yang menderita obesitas. Ingat, obesitas merupakan salah satu pemicu dari munculnya penyakit-penyakit lain. Di antaranya diabetes, stroke, kerusakan jantung koroner, dan berbagai penyakit serius lainnya. Baca entri selengkapnya »





Molluscum Contagiosum

8 12 2010

Molluscum Contagiosum merupakan infeksi kulit yg disebabkan oleh virus DNA poxvirus yang mengenai baik anak-anak maupun dewasa. Penyebaran infeksinya dapat melalui kontak kulit, mandi bersama, pemakaian handuk bersama, dan dapat pula penularan secara vertical seperti halnya infeksi condyloma acuminta dan human papilloma virus.

 

Patofisiologi

Virus yg menyebabkan moluscum kontagiosum berreplikasi di epitel sitoplasma dan memproduksi inklusi sitoplasma yang pada akhirnya menyebabkan pembesaran sel yg terinfeksi.

Baca entri selengkapnya »





Benjolan di Payudara anak

18 10 2010

Hari ini aku dapat beberapa kasus yg menurutku aneh, cz belum pernah aku jumpai waktu koas dl…mgkn beberapa ts pernah mendapatkannya..

Sore tadi, datang pasien perempuan kelas 3 SD dengan keluhan terdapat benjolan di payudara kanannya, keluhan ini di rasakannya sejak kelas 1 SD (wuih dan hampir 3 tahun rupanya…), OS tsb baru bercerita kepada OrTunya kmaren, jadi hari ini barulah datang ke klinik…

Curiga saya tumor dan berencana ingin sy rujuk ke dsOG, tp sebelumnya gak da salahnya konsultasi ma ts senior sy (pikir sy) dan setelah di periksa ternyata di biarin sj..hehe.

Baca entri selengkapnya »





Tidurlah dengan lampu mati

14 04 2010

Jika Anda takut tidur malam dalam kamar yang gelap mulailah untuk melatihnya. Tidur dengan lampu mati sangat baik buat kesehatan tubuh dan bisa mencegah beberapa penyakit serius seperti kanker payudara dan kanker prostat.

Tidur malam dalam kamar yang gelap benar-benar bermanfaat buat tubuh. Ahli biologi Joan Robert mengatakan tubuh baru bisa memproduksi hormon melatonin ketika tidak ada cahaya. Hormon ini adalah salah satu hormon kekebalan tubuh yang mampu memerangi dan mencegah berbagai penyakit termasuk kanker payudara dan kanker prostat.

Sayangnya, hormon melatonin ini tidak akan muncul jika orang tidur malam hari dengan lampu menyala. Adanya cahaya atau sinar membuat produksi hormon melatonin akan berhenti.

Dengan mematikan lampu ketika tidur malam hari, bukan hanya menghemat energi tapi juga meningkatkan kesehatan tubuh. Maka itu tidur malam sambil nonton TV juga sangat tidak disarankan.

Praktisi kesehatan lainnya, Lynne Eldridge M.D yang juga penulis buku ‘Avoiding Cancer One Day At A Time‘ juga menuliskan perempuan buta 80 persen lebih kecil terkena risiko kanker payudara dibanding rata-rata perempuan lain. Diduga faktor hormon melatonin yang banyak ditubuhnya karena penglihatan yang gelap membuatnya punya daya tahan tubuh yang lebih tinggi.
Baca entri selengkapnya »





Menguap Bisa Menular

12 04 2010

Tanpa disadari seringkali saat melihat orang lain menguap akan ikut-ikutan menguap. Bukan karena latah kalau yang melihat ikutan menguap, karena menguap memang bisa menular.

Menguap adalah tindakan refleks yang terjadi pada semua orang, biasanya dilakukan untuk menghirup udara dalam jumlah banyak dan diikuti dengan pernapasan.

Tindakan refleks ini seringkali dikaitkan dengan stres, kelelahan, terlalu banyak kerjaan, kebosanan dan mengantuk. Menguap juga bisa terjadi bila ada kelebihan karbondioksida atau kelangkaan oksigen dalam aliran darah.

Studi terbaru menunjukkan menguap bukan saja sebagai tanda seseorang ingin tidur. Tapi tujuan menguap untuk mendinginkan otak sehingga dapat beroperasi lebih efisien dan membuat seseorang tetap terjaga.

Tapi kenapa ketika seseorang menguap yang melihatnya juga ikut menguap?
Baca entri selengkapnya »





Deteksi Penyakitmu Lewat Organ Tubuh

24 03 2010

Belakangan ini, banyak penyakit yang tiba-tiba datang dan berakibat fatal, bahkan menyebabkan kematian. Semua orang tentu tak ingin kejadian yang fatal itu menimpa dirinya. Makanya, untuk mencegahnya, Anda harus mampu mendeteksi penyakit lebih awal. Apalagi, semua penyakit memiliki gejala, hanya saja, mungkin Anda kurang jeli merasakannya.

Sebenarnya, tak sulit mendeteksi penyakit sejak awal. Anda bisa memanfaatkan alat-alat kesehatan (alkes) yang sekarang sudah tersedia di pasar. Salah satunya Vscan dari General Electrics (GE) Indonesia. GE mengklaim alat ini mampu membantu mendeteksi penyakit lebih awal, seperti gangguan kardiovascular.

Selain menggunakan alat kesehatan, Anda juga bisa mendeteksi penyakit dengan cara lebih sederhana. Yakni, dengan melihat tanpa-tanda perubahan fisik pada tubuh Anda. Perubahan fisik itu bisa Anda cermati lewat beberaga organ tubuh, seperti kuku, mata, lidah, kulit, maupun rambut.

Bagian-bagian tubuh itu dapat mengungkapkan secara tepat penyakit apa yang Anda miliki. “Perubahan fisik menjadi petunjuk untuk mengetahui penyakit yang berpotensi mengganggu tubuh Anda,” kata Marganda, pakar kehatan dari Rumah Sakit Omni International Alam Sutera.

Lewat kuku, misalnya, Anda bisa mendeteksi beberapa gejala penyakit. Kuku berwarna kuning nmengindikasikan ada gangguan liver atau infeksi serta kelainan pada hati. Sementara pangkal kuku yang berwarna biru menandakan gejala penyakit jantung.

Penyakit lain yang bisa dideteksi adalah anemia atau kekurangan sel darah merah. Jika mengidap penyakit ini, kuku akan tampak pucat. Selain kuku tangan, Anda juga mesti mewaspadai kuku kaki. Kuku kaki berwarna biru mengindikasikan paru-paru Anda mengalami kekurangan pasokan oksigen atau mengalami keracunan.

Mata juga dapat menolong Anda mendeteksi penyakit. Contohnya, bola mata yang memerah bisa menandakan kondisi iritasi yang mengganggu penglihatan. Tapi, Anda juga dapat mendeteksi beberapa penyakit lain. Misalnya, mata memerah tanpa rasa nyeri adalah petunjuk bahwa kemungkinan Anda mengidap penyakit cacingan, alergi ringan, tiroid, tumor, bahkan HIV/ AIDS. Kalau dilengkapi dengan rasa nyeri yang hebat, tidak tertutup kemungkinan, Anda terkena rematik.  Baca entri selengkapnya »





Mewaspadai Cedera Kepala

19 03 2010

Cedera otak traumatik (traumatic brain injury) merupakan kasus yang sering terjadi setiap hari. Cedera otak ini terjadi akibat cedera kepala traumatik. Anda mesti mewaspadainya, karena sangat menentukan masa depan diri dan keluarga.

CEDERA kepala traumatik didefinisikan sebagai kelainan nondegeneratif (bukan proses penuaan) dan nonkongenital (tidak diturunkan) yang terjadi pada otak.

Hal itu terjadi akibat kekuatan mekanik dari luar yang berisiko menyebabkan gangguan temporer atau permanen dalam hal fungsi luhur (kognitif), fisik, dan fungsi psikososial, dengan disertai penurunan atau hilangnya kesadaran.
Kasus cedera kepala dapat dijumpai dalam berbagai tingkat kegawatdaruratan, mulai dari yang tidak bersifat gawat darurat, memiliki risiko keselamatan serius, sampai yang bersifat sangat fatal.
Baca entri selengkapnya »





Keratoderma, ’’Momok’’ bagi Ibu-ibu

5 11 2009

Apakah Anda sering mengalami kaki pecah-pecah? Barangkali istri Anda suka mengeluh kakinya sering pecah-pecah? Memang bukan pecah dalam arti harfiah, tetapi penebalan kulit lalu merekah, serta terasa perih saat terkena detergen.

DALAM dunia kedokteran, penyakit ini disebut sebagai keratoderma. Apakah itu? Keratoderma adalah kondisi pembentukan keratin (penebalan jaringan tanduk) yang berlebihan pada telapak tangan dan kaki. Kondisi ini ditandai dengan penebalan kulit disertai pecah-pecah yang berwarna putih kekuningan.

Dalam banyak kasus, keratoderma juga disertai dengan adanya fissura, yaitu luka berbentuk linier dengan dasar merah atau kehitaman.

Apabila terkena iritan (detergen, sabun, dan sejenisnya) akan terasa perih. Bahkan Anda akan merasa nyeri saat berjalan terlalu lama atau menahan beban yang berat-berat.

Penyebab keratoderma adalah idiopatik (didapat) dan kongenital (bakat keturunan).

Dari dua penyebab ini, keratoderma mempunyai beberapa klasifikasi. Misalnya keratoderma klimakterium dan keratoma plantar sulkatum yang merupakan keratoderma dapatan. Sedangkan keratoderma palmoplantar hereditarum dan keratosis pungtata palmoplantar merupakan keratoderma bawaan.
Daerah Tropis Keratoderma klimakterium merupakan gejala kulit pecah-pecah pada tumit yang seringkali diderita oleh perempuan pada usia klimakterium (40-65 tahun). Gejala umumnya hampir sama, tetapi banyak diderita kaum hawa menjelang menopause dan awal masa tua.
Sedangkan keratoderma plantar sulkatum adalah keratoderma yang seringkali terjadi pada daerah tropis seperti Indonesia.

Epidermis telapak kaki, terutama pada bagian depan dan tumit, sangat menebal dan berwarna kekuningan, terdapat pula belahan yang dalam berwarna hitam.

Tanda khasnya adalah lubang-lubang sedalam 1-7 mm pada telapak kaki, tak disertai tanda-tanda radang. Penderita mengeluh nyeri pada kaki bila banyak berjalan. Penyakit ini berhubungan dengan musim, timbul pada musin hujan dan menghilang pada musim kemarau.

Gangguan ini sering dialami tentara yang memakai sepatu bot yang terus-menerus dan lembab. Acton dan McGuire (1931) menemukan jasad renik dari group Actinomycetes, dan menyebutnya keratolisis plantar sulkatum.

Zaias dkk mendemonstrasikan adanya organisme gram positif yang bercabang dan berfilamen, serta menamakannya sebagai pitted keratolysis.
Bakat Bawaan Keratoderma palmoplantar hereditarum merupakan keratoderma herediter (bakat bawaan) yang mengenai kedua (simetrik) telapak tangan dan kaki. Ia merupakan jenis keratoderma yang sering ditemukan ketika pasien mempunyai bakat bawaan dari ibu atau nenek.
Yang khas dari jenis penyakit ini adalah penebalan menyeluruh yang nyata pada telapak tangan dan kaki secara simetrik.

Kadang-kadang penebalan meluas ke lateral atau dorsal, terutama pada punggung sendi jari tangan. Lekukan pada telapak kaki umumnya bebas.
Epidermis menjadi tebal, kering, verukosa, dan bertanduk.

Bentuk strie dan berlubang bisa terlihat. Dalam beberapa kasus sering terdapat hiperhidrosis. Kadang-kadang terlihat kelainan pada kuku yang menjadi tebal, kabur, dan berubah bentuk. Iktiosis atau anomaly congenital juga dapat dijumpai.

Sedangkan keratoderma pungtata palmoplantar adalah jenis keratoderma herediter yang bisa menyerang semua umur, mulai dari remaja sampai tua.

Gejala khasnya adalah pungtat atau penonjolan penebalannya terletak pada banyak titik, bisa datar, kecil, sampai seukuran biji jagung (lentikular), yang berwarna kuning abu-abu.

Penonjolan makin lama makin membesar, lebih besar pada telapak kaki daripada telapak tangan, terutama pada tumit dan tempat-tempat yang mendapat tekanan. Penyakit ini diturunkan secara dominan autosomal. Keratosis semacam itu sering disebabkan oleh arsen.
Pengobatan Bagaimana mengobatinya? Pengobatan keratoderma ditujukan untuk menambah hidrasi stratum korneum (kelembaban air) pada lapisan tanduk kulit, menipiskan penebalan kulit, menormalkan pertumbuhan sel-sel kulit yang berlebihan, atau menekan proliferasi epidermal.

Ada beberapa obat yang digunakan. Pertama, propilen glikol 60 % dalam air, yang dioleskan pada lesi dengan oklusi setiap malam selama 2-3 malam.

Larutan sebaiknya dioleskan ke kulit yang telah dibasahi. Dengan meningkatnya hidrasi ke stratum korneum, maka skuama menjadi lunak dan mudah lepas.

Kedua, obat-obatan yang termasuk dalam kelompok keratolitik. Misalnya salep salisil (4-6 %), salep aapol, dan salep withfield.

Ketiga, krim atau lotion yang mengandung asam retinoat 0,05 %, yang berfungsi menormalkan proliferasi epidermal serta mempunyai daya keratolitik yang ringan.

Keempat, kortikosteroid topical potensi kuat sampai sangat kuat, yang juga berfungsi menekan proliferasi epidermal. Kelima, krim urea (10-20%) yang berfungsi menambah hidrasi dan keratolitik.

Tetapi alangkah baiknya jika Anda memeriksakan diri ke dokter kulit, agar bisa diketahui secara pasti apa jenis keratoderma yang dideritanya. Deteksi pasti memudahkan dokter memberikan obat yang lebih tepat pula.

Ada beberapa usaha untuk mencegah penyakit ini. Misalnya, dengan memperhatikan kelembaban kulit. Jika musim kering, siap-siaplah membawa krim pelembab ke mana saja.

Jika kulit sedang kering, hindari penggunaan bahan-bahan iritan seperti detergen. Jangan pula membawa beban yang berat serta berjalan lama. Semoga bermanfaat!





Dengkur dan Risiko Stroke-Hipertensi-Jantung

12 09 2009

APAKAH pasangan Anda mendengkur saat tidur? Saat ini banyak sekali orang yang mendengkur saat tidur. Kita tidak sadar, tetapi pasangan kita tentu terganggu dengan aktivitas ngorok itu.

Lebih berbahaya lagi, ternyata kebiasaan mendengkur (snoring) dapat meningkatkan risiko terjadinya stroke, hipertensi, dan serangan jantung.
Mendengkur merupakan gejala utama dari penyakit Obstructive Sleep Apnea (OSA). Mendengkur terjadi karena aliran udara melalui sumbatan parsial saluran nafas pada bagian belakang hidung dan mulut yang terjadi saat tidur. Sedangkan OSA merupakan sebuah gangguan tidur yang berarti henti nafas (apnea) saat tidur dengan gejala utama mendengkur.
Proses Dengkur Suara mendengkur timbul akibat turbulensi aliran udara pada saluran nafas atas akibat sumbatan. Tempat terjadinya sumbatan biasanya di basis lidah atau palatum.

Sumbatan terjadi akibat kegagalan otot-otot dilator saluran nafas atas menstabilkan jalan nafas pada waktu tidur di mana otot-otot faring berelaksasi, lidah, dan palatum jatuh ke belakang sehingga terjadi obstruksi.

OSA ditandai dengan kolaps berulang dari saluran nafas atas, baik komplet maupun parsial, selama tidur. Akibatnya, aliran udara pernafasan berkurang (hipopnea) atau terhenti (apnea), sehingga terjadi desaturasi oksigen (hipoksemia) dan penderita berkali-kali terjaga (arousal).

Kadang-kadang penderita benar-benar terbangun pada saat apnea di mana mereka merasa tercekik. Lebih sering penderita tidak sampai terbangun tetapi terjadi partial arousal yang berulang, berakibat pada berkurangnya tidur dalam atau tidur gelombang lambat.
Komplikasi OSA dapat menaikkan risiko hipertensi. Sebuah penelitian di Amerika Serikat (The Sleep Heart Study) yang dilakukan pada 6.000 individu memperlihatkan asosiasi independen yang jelas antara OSA dan hipertensi, dan prevalensi hipertensi meningkat sesuai dengan beratnya OSA.

Mekanisme terjadinya hipertensi diduga sebagai akibat stimulasi saraf simpatis yang berulang-ulang yang terjadi pada setiap akhir fase obstruktif dan disfungsi sel-sel endotel.

OSA juga dapat menaikkan risiko serangan jantung. Beberapa penelitian memperlihatkan kemungkinan adanya hubungan antara OSA denga infark miokard (serangan jantung).

Mekanismenya diduga melalui efek tidak langsung dari hipertensi, aterosklerosis, desaturasi oksigen, hiperaktivitas sistem saraf simpatis, peningkatan koagulopati dan respons inflamasi.

Selain hipertensi dan serangan jantung, ternyata OSA juga berpengaruh dalam kejadian stroke. Dalam penelitian yang dilakukan Yaggi dkk dalam New England Journal of Medicine disebutkan, OSA secara signifikan meningkatkan risiko stroke dan kematian serta hipertensi.

Kemungkinan peran OSA dalam patogenesis stroke di antaranya melalui proses aterosklerosis, hipertensi, berkurangnya perfusi serebral akibat penebalan dinding arteri karotis, output jantung yang rendah, peningkatan koagulopati dan peningkatan risiko terbentuknya bekuan darah.
Pencegahan Oleh karena itu, bagi penderita yang mempunyai gejala mendengkur, alangkah baiknya sebelum terjadi komplikasi-komplikasi diatas mengontrol dirinya ke dokter. Beberapa tips yang dapat dilakukan untuk mengurangi gejala mendengkur:

Pertama, turunkan berat badan bagi penderita obesitas. Kedua, ubah posisi tidur dari terlentang menjadi miring atau telungkup. Ketiga, kurangi rokok dan alkohol. Keempat, kontrol ke dokter spesialis THT. Semoga bermanfaat! (32)

—Anwarusy Syamsi SKed dan dokter Noer Ali Udin SpTHT-KL, staf pengajar Kepaniteraan Klinik FK-UMY.
dapat diakses di http://suaramerdeka.com/v1/index.php/read/cetak/2009/08/06/75546/Dengkur.dan.Risiko.Stroke.Hipertensi.Jantung





Flu Babi (Swine Flu)

3 05 2009

Sekarang ini, banyak sekali digembar-gemborkan tentang flu babi. Sudah 86 orang meninggal di Meksiko akibat tekena flu babi yang ditularkan oleh seorang bocah berumur 5 tahun. Sedangkan di Ameriksa sendiri belum ada korban jiwa, ketua CDC (Center for Disease Control and Prevention) masih belum mengerti mengapa jumlah kasus flu babi di meksiko lebih parah dibanding di Amerika serikat.

Swine influenza (flu babi) adalah penyakit saluran pernapasan babi yang disebabkan oleh virus influenza tipe A. Manusia umumnya tidak dapat terkena flu babi, namun infeksi pada manusia dapat terjadi. Umumnya, kasus flu babi pada manusia terjadi pada seseorang yang hidup di sekitar babi, namun virus flu babi dimungkinkan untuk menyebar dari manusia ke manusia.

Mutasi gen

Kenapa virus babi dan unggas dapat menular ke manusia? Seperti semua virus influenza, virus flu babi terus berubah. Virus flu pada babi dapat memunculkan strain baru karena adanya genetic reassortment. Pergeseran antigenik inilah yang sangat berhubungan erat dengan sifat penuluran dan keganasan penyakit. Babi dapat terinfeksi oleh flu burung, flu manusia serta virus influenza babi itu sendiri. Ketika virus influenza yang berbeda dari spesies masuk kedalam babi maka dapat terjadi genetic reassortment sehingga virus baru dapat muncul.

Selama bertahun-tahun, berbagai variasi dari virus flu babi telah muncul. Pada saat ini, terdapat empat jenis utama influenza A virus subtypes yang telah diisolasikan di babi: H1N1, H1N2, H3N2, dan H3N1. Namun, sebagian besar baru-baru ini terisolasi virus influenza dari babi adalah H1N1 virus.

Gejala

Gejala-gejala flu babi pada manusia, mirip dengan gejala flu biasa seperti demam dapat sampai menggigil, sakit kepala, batuk, nyeri tenggorokan, nyeri persendian tubuh, dan kelelahan. Beberapa orang telah melaporkan diare dan muntah-muntah yang berhubungan dengan flu babi.

Oleh karena gejala-gejala ini tidak spesifik untuk flu babi, diagnosis banding dari kemungkinan flu babi tidak hanya dari gejala namun juga kecenderungan tinggi flu babi tersebut berdasarkan riwayat pasien saat ini. CDC menyarankan pada para dokter untuk menganggap infeksi flu babi sebagai diagnosis banding pasien dengan gejala pada respirasi akut yang pernah kontak dengan seseorang yang menderita flu babi. Diagnosis pasti flu babi memerlukan uji laboratorium melalui sampel dari respirasi (usap hidung dan tenggorokan sederhana).

Cara Penularan

Penularan flu babi dapat terjadi dalam dua cara:

1)      Melalui kontak dengan babi yang terinfeksi atau lingkungan yang terkontaminasi dengan virus flu babi.

2)      Melalui kontak dengan orang yang menderita flu babi, sama seperti flu musiman. Penyebaran Influenza menyebar terutama dari orang-ke-orang melalui batuk atau bersin dari orang yang terinfeksi.

Flu babi tidak dapat menyebar melalui produk-produk babi, artinya tidak ditularkan melalui makanan. Flu babi pada manusia paling berpeluang menular pada 5 – 10 hari pertama setelah terinfeksi, terutama pada anak-anak dan pada saat kondisi tubuh lemah.

Pencegahan

Mungkin ini adalah langkah untuk melindungi kesehatan:

a)      Cucilah tangan dengan sabun dan banyak air, terutama setelah batuk atau bersin. Tangan dicuci dengan alkohol juga efektif.

b)      Tutup hidung dan mulut anda dengan tisu ketika batuk atau bersin. Buang di tempat sampah setelah Anda menggunakannya.

c)      Hindari menyentuh mata, hidung atau mulut. Kuman menyebar dengan cara ini.

d)     Cobalah untuk menghindari kontak dekat dengan orang sakit.

e)      Jika Anda sakit influenza, lebih baik Anda tinggal di rumah dan membatasi kontak dengan orang lain untuk menjaga penyebaran virus terhadap orang lain.

Belum ada vaksin yang tersedia sekarang untuk melindungi terhadap flu babi. Setiap hari ada tindakan yang dapat membantu mencegah penyebaran kuman yang menyebabkan penyakit pernafasan seperti influenza. Vaksin untuk manusia H1N1 tidak efektif melindungi terhadap H1N1 flu babi, walaupun strain virusnya sama, namun secara antigentik berbeda.

Oleh: Anwarusy Syamsi, S.Ked








Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.